Iklan

iklan

Iklan

,

Iklan

Program Bersih Danau Toba, PMI Samosir Serahkan 1000 Karung ke Pastoran Paroki Tomok

Selasa, 10 Januari 2023, 16:17 WIB Last Updated 2023-01-15T07:06:29Z


GREENBERITA.com- PMI Samosir Serahkan Kaos dan 1000 karung plastik kepada Pastoran Paroki St Antonia Maria Claret Tomok

Guna mendukung program Pastoran Paroki St Antonio Maria Claret Tomok dalam program Bersih Danau Toba, PMI Samosir menyerahkan 1000 karung sebagai tempat enceng gondok yang saat ini sedang menjamur di Danau Toba.


Pernyataan ini dibenarkan oleh Ketua PMI Samosir Pantas Maroha Sinaga ketika dikonfirmasi greenberita pada Selasa, (10/1/2023).


"Sebagai bentuk dukungan PMI Samosir untuk pelestarian lingkungan khususnya Danau Toba sesuai dengan program Pastoran Paroki St Antonio Maria Claret Tomok, kita memberikan 1000 kantong plastik untuk tempat enceng gondok yang telah dicacah," tegas Pantas Sinaga.


Didampingi Sekretaris PMI Samosir Fernando Sitanggang, PMI juga memberikan kaos PMI Samosir kepada para orang muda Katolik di Paroki St Antonio Maria Claret Tomok.


"Kita juga melakukan sinergitas dengan Dinas Pertanian Samosir untuk diberikan pinjam pakai mesin pencacah kepada kelompok tani binaan Pastoran Paroki St Antonio Maria Claret Tomok untuk dapat digunakan langsung," jelas Pantas Maroha Sinaga.


Sementara itu, Pastor Paroki RD Sabat Saulus Nababan mengapresiasi dukungan dan sinergitas dengan PMI Samosir untuk mendukung pelestarian lingkungan hidup di Samosir.


"Jadi, setelah enceng gondok ini kita cacah dengan mesin pencacah maka selanjutnya diendapkan sekaligus dilakukan proses fermentasi selama minimal satu bulan," jelas Pastor Sabat Saulus Nababan.


Lalu hasil fermentasi tersebut akan menjadi pupuk organik Asam Humat yang akan digunakan para petani kedepannya.


"Asam Humat ini berguna untuk mengembalikan kesuburan tanah dan menahan air di musim kemarau," jelas Pastor Sabat Saulus Nababan.


Saat ini pasca musim hujan di Danau Toba, terlihat banyak enceng gondok di perairan danau terbesar kedua di ini, sehingga secara estetika kurang baik pada program pariwisata di Samosir.


Hadir pada acara tersebut Pastor Sautma Simanulang dan penggiat pupuk organik Pariama Sinaga dan bendahara PMI Maris Sitanggang.


(Gb-Qias02)

Iklan