Iklan

iklan

Iklan

,

Iklan

Geliat Pembangunan Samosir, Vandiko Gultom: Jembatan Tano Ponggol Digunakan Februari, Terusan Selesai 2023

Selasa, 17 Januari 2023, 14:18 WIB Last Updated 2023-01-17T07:18:07Z

GREENBERITA.com-
Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom menargetkan jembatan Tano Ponggol Dalihan Natolu dapat digunakan pada bulan Februari 2023 bertepatan dengan F1H2O yang akan dilaksanakan di perairan Danau Toba tepatnya di Kota Balige pada 24-26 Februari 2023 mendatang.


Pernyataan tersebut disampaikan Vandiko Timotius Gultom ketika diwawancara secara eksklusif oleh greenberita pada Selasa, 17 Januari 2023 melalui selulernya.


"Benar, pada pertemuan dengan Pak Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan, kita secara pribadi memohon supaya jembatan Tano Ponggol Dalihan Natolu dapat digunakan pada saat pembukaan F1H20 tersebut," ujar Vandiko Gultom.


Menurut Vandiko Gultom, dengan dibukanya jembatan Tano Ponggol Dalihan Natolu ini, masyarakat Samosir kedepannya akan diuntungkan dengan meningkatnya kesejahteraan rakyat melalui geliat pariwisata yang terus bergerak melalui prasarana yang telah disiapkan pemerintah.


"Tentunya sinergitas peranan pihak swasta dan masyarakat perantau untuk menghidupkan ekonomi Samosir sangatlah kita harapkan," jelas Vandiko Timotius Gultom.


Sebagai penyelenggara negara, Pemkab Samosir menurutnya harus dapat memanfaatkan peluang ini untuk memaksimalkan PAD Pemkab Samosir kedepannya.


"Pembangunan dan investasi dari pihak swasta diperlukan seperti pembangunan resor wisata serta dukungan terhadap UMKM untuk terus bertumbuh sehingga Samosir jadi tujuan wisata yg menyenangkan," tegas Vandiko.


Penataan UMKM di sekitar Tano Ponggol perlu dilakukan dengan menyajikan produk pertanian sebagai komoditi masyarakat dengan nilai jual yang lebih tinggi.


"Seperti buah Mangga dijadikan wine yang dari harga Rp 12.000 perkilo menjadi Rp 200.000 per botol nya, demikian juga dengan kopi, bawang, jagung, jahe dan lainnya," jelasnya.


Penjualan produk UMKM tersebut diperlukan tempat khusus yang disiapkan Pemkab Samosir disekitar jembatan Tano Ponggol dengan titik-titik seperti trand kawasan terbuka. "Apalagi pasca covid-19, orang lebih memilih pada tempat terbuka untuk mencari produk UMKM Samosir dan kawasan kulinernya," ungkapnya.


Konsep yang paling tepat untuk menjajakan wisata Tano Ponggol ini kedepannya, Vandiko Gultom menawarkan Golden Gate Kawasan Wisata dan mengembangkan Prasarana Olahraga Air.


"Seperti di Water Front City, Sibea-bea, Pusuk Buhit sebagai situs awal budaya Batak serta kota heritage rumah dinas Bupati Samosir, tentunya dengan jembatan Tano Ponggol sebagai penyambung dari situs-situs wisata tersebut," jelas Vandiko Gultom.


Dengan ketersediaan seluruh fasilitas tersebut, event internasional sangat cocok dilakukan di Samosir sehingga bisa mendatangkan wisatawan mancanegara dengan jumlah mumpuni seperti olah raga both.


"Karena kriteria airnya lebih tenang disekitar kota Pangururan yang juga dilengkapi musik dan efent budaya yang mengangkat kearifan budaya batak yang sangat bermakna pada keabgungan nilai budaya masyarakat kita," jelasnya lagi.


Menurutnya, Pemkab Samosir dan masyarakat akan terus bergandengan tangan untuk membuat Kota Pangururan dan sekitarnya menjadi objek budaya wisata iman yang bernilai luhur.


Terusan Tano Ponggol 


Terkait penyelesaian proyek Tano Ponggol, Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom juga berharap hal ini dapat diselesaikan pada tahun 2023 ini.


"Hasil koordinasi kita, masalah pembebasan lahan sudah tidak ada lagi kendala tanah dan pembangunan dapat berjalan karena pemahaman bersama rakyat pemilik lahan sudah sepakat," jelas Vandiko Gultom.


Hal yang sama juga disampaikan Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera II Kementerian PUPR, Firman ketika dikonfirmasi greenberita melalui selulernya, Senin, 17 Januari 2023.

"Tahun ini kita rencanakan diselesaikan, tinggal terkait lahan milik Pak Martua Sitanggang di Lumban Silo kemarin dan kita sudah diijinkan bekerja dan berharap ini tetap terjaga dan tidak ada perubahan," ujar Firman

Menurut Firman, pihaknya telah memberikan uang pengganti rugi melalui konsinyasi di Pengadilan Negeri Balige sambil menunggu hasil keputusan pengadilan.

"Pokoknya kita tunggu hasil pengadilan, walaupun uang ganti ruginya belum diambil tapi didepan seluruh pejabat Forkopimda, beliau sudah bersedia untuk dilanjutkan pembangunan terusan Tano Ponggol," tegasnya.


Pemkab Samosir saat ini juga sangat fokus melakukan sinergitas dan lobby pemerintahan pusat serta para Investor untuk penyelesaian seluruh pembangunan, sehingga dapat nyata dan dinikmati rakyat pada tahun 2023 atau paling lambat 2024.


"Dan yang sudah berfungsi dan dipakai adalah Creatif Hub Samosir, Rumah Susun RS Hadrianus Sinaga, jembatan Tano Ponggol segera digunakan, Revitalisasi Kota Pangururan, GOR segera digunakan, Long Beach segera dipakai, Taman Sitolu Hae Horbo sudah digunakan, Sibea-bea pada akhir Januari sudah dibuka kembali, bibit dan pupuk gratis telah dibagi, beasiswa telah diberikan, Alsintan telah diterima para petani, serta UMKM dibantu peralatan nya," jelas Vandiko Gultom.


Bahkan menurutnya, jalan by pas Kota Pangururan lingkar luar Samosir akan segera digunakan dan menjadi solusi pencegahan macet di ibukota Kabupaten Samosir ini.


"Yang penting kita selalu punya hati yang legowo,m selalu saling memaafkan serta bersama Pemkab Samosir bersama memajukan dengan mengisi yang sesuai dengan profesi serta meminta para perantau untuk bersama membantu investasi di Samosir," pungkas Vandiko Timotius Gultom mengakhiri pembicaraannya.



(Gb-Ferndt01)

Iklan