Iklan

iklan

Iklan

,

Iklan

Sebut Ada Isu Soal Rotasi 3 Kepala Staff TNI, KSAD Dudung: Yah, Effendi Simbolon Didengerin

Green Berita
Minggu, 04 Desember 2022, 21:07 WIB Last Updated 2022-12-04T14:07:52Z



GREENBERITA.com-
Anggota Komisi I DPR dari PDIP Effendi Simbolon mengungkap adanya rencana Presiden Joko Widodo (Jokowi) merotasi Kepala Staf Angkatan Udara, Laut, dan Darat. Apa kata Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) TNI Jenderal Dudung Abdurachman?


"Yah... Effendi Simbolon didengerin. Apa hubungannya dia? Dia sebagai apa?" tanggap Jenderal Dudung kepada wartawan di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (3/12/2022).


Dudung tak bicara banyak menanggapi kabar bakal adanya rotasi tersebut. Dia langsung pergi meninggalkan awak media.


Sebelumnya, anggota Komisi I DPR Effendi Simbolon mengungkap adanya rencana Presiden Joko Widodo (Jokowi) merotasi Kepala Staf Angkatan Udara, Laut, dan Darat. Effendi menyebut hal itu akan dilakukan pada awal 2023 seperti yang dilansir dari detiknews.


Awalnya, Effendi berbicara soal calon Panglima TNI Laksamana Yudo Margono, yang merupakan sosok sederhana. Dia yakin Yudo tidak memiliki syahwat untuk berpolitik.



"Beliau (Yudo), dari track record-nya baik, kinerjanya baik, sederhana, tidak berpolitik praktis. Tidak ada kegenitan cawe-cawe ke kiri kanan. Mungkin buat Presiden nyaman, ya," kata Effendi kepada detikcom, Sabtu (3/12).


Effendi lalu menyebut ada rencana Jokowi merotasi jabatan KASL, KSAU, hingga KSAD. "Sambil menunggu proses pergantian total, mungkin awal tahun? Ganti semua, jebret," tambahnya.



Effendi menyebut Komandan Jenderal Kopassus hingga Panglima Kostrad juga bakal kena rotasi.


"Seluruh tiga kepala staf (TNI), seluruh danjen-danjen, Danjen Kopassus, Pangkostrad, semua itu dirotasi," ujarnya.



Effendi juga menyebut hal ini tidak perlu persetujuan dari Komisi I DPR. Rencana itu, katanya, berdasarkan adanya tantangan dinamika di tahun berikutnya.


"Kalau itu kan ranah sepenuhnya Presiden itu. Nggak, dia nggak perlu konsultasi sama kita, nggak perlu persetujuan," katanya.


"Itu kan kita mengkompilasi informasi dan juga melihat tingkat, katakanlah kebutuhan dan tantangan dinamika yang berjalan mulai tahun depan, kan gitu. Ini kan eskalasi naik, gitu," tambahnya.



(Gb-Alex003)

Iklan