14 Hari Menjabat Sebagai Menteri Inggris, Rishi Sunak Mundur! Ada Apa Inggris? -->

VIDEO

14 Hari Menjabat Sebagai Menteri Inggris, Rishi Sunak Mundur! Ada Apa Inggris?

Green Berita
Rabu, 09 November 2022



GREENBERITA.com-
Salah satu menteri dalam kabinet Perdana Menteri (PM) baru Inggris Rishi Sunak, Gavin Williamson, mengundurkan diri pada Selasa waktu setempat. Hal ini terkait kasus perundungan dan ancaman yang menyeramkan.

Sebelumnya, The Sunday Times dan surat kabar Inggris lainnya melaporkan bagaimana rekan-rekan Williamson menceritakan bagaimana intimidatif pria tersebut. Ia kerap mengirim pesan berisi sumpah serapah dan mengancam seorang pejabat pemerintah lain dengan kata-kata 'menggorok leher Anda' seperti yang dilansir pada CNB.


Laporan ini akhirnya membuat Williamson mengajukan pengunduran diri. Ia mengatakan mematuhi proses pengaduan yang ditujukan kepadanya dan menyadari bahwa tingkah laku itu bisa menjadi gangguan bagi pemerintahan Sunak.


"Oleh karena itu, saya memutuskan untuk mundur dari pemerintah sehingga saya dapat sepenuhnya mematuhi proses pengaduan yang sedang berlangsung dan membersihkan nama saya dari segala kesalahan," katanya dalam surat yang dia publikasikan di Twitter, dikutip dari Reuters Rabu (9/11/2022).


"Dengan sangat sedih saya mengajukan pengunduran diri saya," tambahnya.


Di sisi lain, Sunak mengatakan dalam sebuah surat tanggapan bahwa pihaknya menerima pengunduran diri. Pada dasarnya, ujar PM keturunan India itu, dirinya 'sangat sedih' tetapi mendukung keputusan tersebut.


Sunak sendiri memang menjadi sorotan setelah menunjuk Williamson dalam kabinetnya. Pasalnya, Williamson pernah dipecat sebagai menteri pertahanan pada 2019 karena kebocoran keamanan nasional dan menuai banyak kecaman saat menangani pandemi Covid-19.

Sementara itu, pihak oposisi dari Partai Buruh mengatakan pengunduran diri Williamson adalah cerminan buruk dari cara Sunak dalam mengangkat pejabat dalam kabinetnya.


"Ini adalah contoh lain dari penilaian buruk Rishi Sunak dan kepemimpinan yang lemah," Angela Rayner, wakil pemimpin Partai Buruh, mengatakan dalam sebuah pernyataan.



(Gb-Alex01)

Loading...