Kronologi Tragedi Pembunuhan Berdarah Dingin di Apartemen Green Pramuka Jakarta -->

VIDEO

Kronologi Tragedi Pembunuhan Berdarah Dingin di Apartemen Green Pramuka Jakarta

Green Berita
Minggu, 23 Oktober 2022



GREENBERITA.com- CCTV Apartemen Pramuka merekam detik-detik sebelum pembunuhan dan pembuangan jenazah korban Ade Yunia Rizabani ke Kolong Tol Becak Kayu Bekasi, Jawa Barat. Terlihat pelaku pembunuhan gelisah saat membawa korban ke unitnya. 


Pada Senin (17/10/2022) pukul 12.51 terlihat pelaku pembunuhan Rudolf Tobing bersama korban Ade Yunia Rizabani atau akrab dikenal dengan Icha di depan lift lobby Apartemen Green Pramuka Jakarta Pusat dilansir dari tvonenews.


Saat menunggu lift, terlihat Rudolf mulai gelisah. Detik-detik berlalu, kegelisahan Rudolf semakin nampak. Sementara korban terlihat tenang. Begitu pintu lift 11 terbuka, Rudolf segera memasukinya diikuti korban. Kegelisahan Rudolf semakin menjadi-jadi di dalam lift menuju unitnya. 


Saat itu waktu di CCTV menunjukkan pukul 12.55.  Di dalam lift, ia menghadap ke semua arah dengan gerak-gerik terlalu gelisah tangannya pun mulai tak mau diam. Begitu lift terbuka di lantai 18 Rudolf langsung keluar menuju unitnya diikuti korban. Sekitar pukul 13.00 siang, kakak korban, Yoris, menghubungi adiknya melalui WhatsApp ingin bertemu.


Adiknya itu menjawab tak bisa karena sedang sibuk. Saat sang kakak mengontak lagi melalui pesan Whatsapp pesan tersebut sudah tak diterima Icha. Hari beranjak malam, kali ini Rudolf terlihat naik ke unitnya melalui lift 10. Masih dengan pakaian sama, ia membawa troli kosong dan tas jinjing yang dibawa korban saat siang hari. Saat itu waktu menunjukkan pukul 19.12 WIB.  


Rudolf terlihat jauh lebih santai dibanding saat siang hari dalam lift. Ia pun terlihat senyum kepada seseorang di dalam lift itu. Beberapa menit kemudian yaitu pukul 19.25 Rudolf masuk ke lift 11, kali ini ia telah mengisi trolinya, kemungkinan dengan korban di dalamnya yang telah terbungkus plastik. Terlihat pula guling dan tas besar berwarna biru yang dibawa pelaku saat siang hari bersama korban. 


Rudolf saat itu senyum kepada seseorang yang baru saja masuk ke dalam lift. Dirinya terlihat lebih tenang, tidak gelisah seperti pada saat siang hari. Pukul 19.27, Rudolf terlihat di tempat parkir Utara mendorong trolinya. Pelaku menuju mobilnya berwarna putih lalu diduga langsung menuju Kalimalang. Malam itu sekitar pukul 21.30 WIB, warga menemukan jenazah Icha di bawah kolong Tol Becak Kayu ruas Jatibening. 


Polsek Jatibening pun dihubungi kemudian anggota Polres Bekasi Kota membantu memeriksa jenazah. Jenazah lalu dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Dari penyelidikan polisi pun berhasil mengendus keberadaan Rudolf. Ia ditangkap di kawasan Jatiwaringin Bekasi. Kini kasusnya ditangani Polda Metro Jaya. 


Dari pengakuannya Rudolf mengaku senang berhasil membunuh korban. Dari keterangan Rudolf, ia sakit hati pada Icha dan dua temannya yang lain. Polisi pun akan memeriksa kejiwaan Rudolf. Ia telah merencanakan pembunuhan terhadap Icha dan dua temannya. Icha Sebenarnya bukan target utama pembunuhan Rudolf. 


Namun karena target utama tak bisa dihubungi, Rudolf mengalihkan incarannya ke Icha.  Dari penyelidikan Rudolf diketahui merupakan terapis bagi anak berkebutuhan khusus. Ia juga diketahui pernah mengenyam pendidikan di Amerika Serikat. Namun kemudian dideportasi.


(Gb-Alex01)

Loading...