Notification

×

Iklan

Iklan

Setelah 15 Tahun, Akhirnya Jalan Rusak Mulai Diperbaiki, Warga Terima Kasih Kepada Walikota Medan

9 Jan 2022 | 22:49 WIB Last Updated 2022-10-26T06:58:57Z

Ket Foto : Perbaikan dan pengecoran jalan serta pembuatan parit (drainase) di Jalan Panglima Denai, Gang Silian, Lingkungan VI, Kelurahan Amplas, Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan mendapatkan apresiasi dari warga sekitar, Minggu, 09 Januari 2022.

MEDAN, GREENBERITA.com
-- Perbaikan dan pengecoran jalan serta pembuatan parit (drainase) di Jalan Panglima Denai, Gang Silian, Lingkungan VI, Kelurahan Amplas, Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan mendapatkan apresiasi dari warga sekitar, Minggu, 09 Januari 2022.


Jalan yang sudah belasan tahun dikeluhkan warga setempat karena rusak dan tergenang 

air sehingga sangat mengganggu aktivitas, kondisi itu disebabkan karena tidak tersentuh pembangunan aspal maupun drainase oleh Pemerintah Kota (Pemko) Medan.


Namun, ketika Bobby Nasution menjadi Wali Kota Medan, Jalan Panglima Denai, Gang Silian, Kelurahan Amplas tersebut langsung tersentuh pengecoran aspal dan pembuatan parit (drainase) oleh pemerintah dan saat ini sedang lagi dalam pengerjaan.


Yulisman Nasution (58) warga Jalan Panglima Denai, Gang Silian, menyebutkan kerusakan badan jalan tersebut sudah berlangsung 15 tahun silam, akan tetapi baru di masa Wali Kota Medan Bobby Nasution dilakukan pembuatan parit (drainase) dan pengecoran jalan.


"Selama 15 tahun, ini pertamanya jalan ini diaspal dan pembuatan parit. Kami sebagai warga disini memberikan apresiasi kepada Walikota Medan bapak Bobby Nasution dan Lurah Amplas bapak Fitrah Ritonga sudah mengabulkan harapan kami memperbaiki jalan ini," ujarnya.


Pria yang akrab dipanggil Anto mengatakan selama ini warga harus merasakan jalan berlumpur saat hujan dengan waktu yang cukup lama karena kondisi jalan rusak.


"Dulu sebelum dikerjakan ini, jalan Gang Silian ini tidak bisa digunakan baik pejalan kaki maupun pengendara motor. Sekarang ini, walaupun masih dalam pengejaran, jalan ini sudah tidak berlumpur dan tergenang banjir lagi. Alhamdulillah kami diperhatikan saat ini dengan dibuatkan pengecoran jalan dan pembuatan parit," sebutnya.


Hal yang sama juga dikatakan warga lainnya, Hasan Basri, ia mengungkapkan bahwa  jalan di kediamannya yang sudah 15 tahun tersebut tak kunjung diperbaiki pemerintah. Namun, saat ini Kota Medan yang dipimpin Bobby Nasution permintaan yang selama belasan tahun tersebut akhirnya dikabulkan.


"Saya mengucapkan terima kasih kepada pak Bobby Nasution dan Lurah Amplas bapak Fitrah Ritonga. Alhamdulillah, jalan kami sudah diperbaiki dan pemerintah juga melakukan pembuatan parit di gang kami. Saya berdoa semoga bapak Bobby Nasution dan pak Lurah Amplas selalu dibiarkan kesehatan dan kesuksesan dalam menjalankan tugas untuk membenahi Kota Medan," pungkasnya.


Terpisah, Lurah Amplas Muhammad Fitrah Josa Ritonga mengatakan pengecoran jalan dan pembuatan parit (drainase) di Gang Silian, Lingkungan VI, Kelurahan Amplas menggunakan dana kelurahan untuk membenahi infrastruktur jalan yang sudah rusak dan pembuatan drainase.


"Perbaikan jalan dan pembuatan drainase menjadi salah satu program prioritas Walikota Medan pak Bobby Nasution untuk membenahi infrastruktur," katanya.


Pada intinya, kata Lurah Amplas, kita memanfaatkan dana kelurahan ini, untuk infrastruktur yang memang saat ini rusak parah.


"Jadi, untuk lebar jalan maksimal 3 meter dan drainase volume 60 yang tidak bisa disentuh oleh PU, kita menggunakan dana kelurahan untuk membenahi infrastruktur jalan rusak dan pembuatan drainase. Inilah manfaat dana kelurahan," katanya.


Dikatakan Lurah, jalan di Gang Silian tersebut sudah belasan tahun tidak diperbaiki, hal itu juga dikarenakan parit atau drainase di Jalan Panglima Denai belum diperbaiki.


"Nah, saat ini drainase Jalan Panglima Denai sudah sudah dikerjakan, maka kita langsung memperbaiki jalan di Gang Silian yakni dengan melakukan pengecoran jalan dan pembuatan drainase," katanya.


Dalam pengerjaan jalan tersebut, sambung Fitrah, kita juga melibatkan warga sekitar untuk mengawasi dan mengontrol dana kelurahan dan pekerjaan tersebut. "Jadi, apabila ada kesalahan warga bisa mengecek dan melaporkannya," pungkasnya.


(Gb--RAF)