Wow, Kota Medan Mendadak Panas dan Terik, Ini Penjelasan BBMKG -->

VIDEO

Wow, Kota Medan Mendadak Panas dan Terik, Ini Penjelasan BBMKG

Radio samoir Green
Jumat, 15 Oktober 2021



MEDAN, GREENBERITA.com || Beberapa hari belakangan ini cuaca di Kota Medan mendadak menjadi panas lebih terik dibanding bulan sebelumnya. 

Situasi ini berbanding terbalik dari hari biasa disaat memasuki bulan Oktober yang seharusnya musim penghujan. 


Menyikapi situasi ini, Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan memberikan penjelasan. 


Prakirawan Cuaca (Forecaster) BBMKG Wilayah I Medan Christin A Matondang mengatakan, suhu tertinggi pada 11 Oktober 2021 tercatat di angka 36 derajat celcius. Fenomena suhu ekstrem ini terjadi karena ada pola gangguan cuaca di kawasan Lautan Cina Selatan. Khususnya di kawasan perairan Filipina.


“Gangguan itu seperti siklon tropis. Ini menyebabkan massa udara tertarik ke daerah situ. Jadi keberadaan siklon ini, membuat massa udara yang harusnya basah menjadi lebih kering. Karena ada aktifitas di Laut Cina Selatan tadi. Jadi, ini dampak tidak langsungnya,” kata Christin kepada wartawan Jumat 15 Oktober 2021.


Menurut Christin, biasanya suhu pada Oktober tidak sampai setinggi ini. Namun, akibat aktifitas siklon tropis tadi membuat perbedaan dari tahun lalu. 


Akan tetapi dia memprediksi fenomena ini hanya sementara. Amatan BBMKG, suhu ekstrem diprediksi akan bertahan hingga satu minggu ke depan.


Meski di tengah suhu panas, potensi hujan akan tetap ada. "Aktifitas siklonnya sudah mulai melemah, jadi kalau untuk pertengahan sampai akhir Oktober ini, peluang hujan akan semakin tinggi lagi," katanya. 


Pada September dan Oktober, suhu di Kota Medan berada pada rata-rata 32 derajat celcius. Tapi, dalam beberapa hari ini suhu naik menjadi rata-rata 35 derajat. Peningkatan ini sudah bisa dikatakan sebagai suhu ekstrem.


Beberapa waktu lalu, bencana angin puting beliung juga terjadi di Sumatra Utara. Dampaknya puluhan rumah rusak.


Hujan deras dan angin kencang itu, kata Christin, juga merupakan dampak dari fenomena suhu ekstrem yang terjadi. Sebab, terjadi akumulasi energi panas dan hujan. Hal ini akan memunculkan potensi angin kencang, petir dan puting beliung.


“Jadi dia seperti efek penyimpanan panas yang terakumulasi," ujarnya.


Potensi hujan yang lebih intens  diprediksi akan terjadi di akhir Oktober 2021.


Di kondisi suhu yang ekstrem ini, BBMKG mengimbau masyarakat mengurangi kegiatan di luar ruangan. Jika terpaksa, masyarakat diimbau agar lebih banyak meminum air mineral untuk mencegah dehidrasi. Berikutnya, masyarakat diingatkan tetap waspada akan potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Dan jangan sampai melakukan aktifitas pembakaran lahan.


(Gb-Fadly15)

Loading...