Tokoh Papua: Warga Dukung Otonomi Khusus dan DOB, Hanya Perlu Evaluasi -->

VIDEO

Tokoh Papua: Warga Dukung Otonomi Khusus dan DOB, Hanya Perlu Evaluasi

Radio samoir Green
Kamis, 04 Maret 2021

Rakyat Papua hampir semua yang mendukung pembentukan Daerah Otonomi Baru

GREENBERITA.com
- Hampir semua masyarakat dan tokoh yang merupakan masyarakat asli Papua menerima kebijakan pemerintah terkait dana Otonomi Khusus (Otsus) dan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB).


Hanya sebagian kecil yang menolak program tersebut. Demikian disampaikan Putra dari legenda pejuang Papua merdeka Theys Hiyo Eluay, Yanto Eluay di  Jayapura-Papua, Rabu (3/3/2021).


Yanto Eluay mengatakan, hampir semua masyarakat Papua mendukung Otsus tetap berjalan dengan perlunya evaluasi. “Otsus dan DOB itu program pemerintah dan sudah ada tim kerjanya di setiap wilayah di Papua. Sikap kami mendukung penuh program ini, khususnya Otsus tetapi harus di evaluasi,” katanya.


 

Menurutnya, ada berita yang beredar bahwa adanya elemen masyarakat yang menolak Otsus dan DOB, hal itu tidak bisa disamaratakan. “Suara mereka tidak mewakili masyarakat Papua secara keseluruhan,” ujar Yanto.


 “Rakyat Papua hampir semua yang mendukungnya, karena mereka mau maju. Sama halnya dengan Otsus, banyak yang masih ingin berlanjut agar masyarakat Papua bisa lebih sejahtera,” ungkap Yanto.


 

Sementara itu, Ali Kabiay salah seorang tokoh pemuda Papua menyampaikan hal yang sama bahwa Otsus harus berlanjut dengan di audit dan di evaluasi secara menyeluruh. “Dengan begitu kita bisa melihat kekurangannya nanti,” ucapnya.


 “Setiap program itu ada evaluasinya. Karena dengan begitu maka kita akan tahu di mana kekurangan dan kelebihannya untuk menjadi pertimbangan otsus mendatang,” katanya.


 Selain itu, Ali Kabiay juga menyampaikan pandangannya terkait pembangunan gedung baru kantor Gubernur yang rencananya akan dibangun 22 lantai, menurutnya rencana itu mubazir. “Rakyatnya masih susah, malah pemerintahnya sibuk mau bangun gedung baru dengan 22 lantai. Ini mubazir dan belum mendesak,” ujarnya.

(gb-rizal/rel)

Loading...