Bripka Mangara Pasaribu Tembak Diri Sendiri Didepan Adik Kandung

VIDEO

Bripka Mangara Pasaribu Tembak Diri Sendiri Didepan Adik Kandung

angga sagala
Kamis, 04 Juni 2020

SERGAI, GREEBERITA.com || Anggota Polres Tebingtinggi Bripka Mangara Alva Pasaribu (36) bunuh diri menggunakan senjata api (senpi) di rumah orangtuanya, di Dusun V Desa Gempolan Kecamatan Bamban Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Rabu (3/6/2020) pagi. Pria yang bertugas di Polsek Rambutan itu menembak dirinya disaksikan adik kandungnya, Ronal Nikson Pasaribu (33).
Seperti yang dilansir dari Newscoerner, Ronal kepada polisi menerangkan, pagi itu sekira pukul 07.00 WIB ia ditelepon ibu kandungnya, Ngolu Aruan (59). Ronal diminta datang ke rumah ibunya. Selain ibunya sedang sakit, ternyata abangnya yang merupakan anggota Polri sedang berada di kamar dan berniat minum racun
Segera, Ronal yang tinggal di BTN Purnawirawan Jalan Kutilang Kelurahan Bulian Kecamatan Bajenis Kota Tebingtinggi menuju rumah ibunya. Ia tiba sekitar pukul 08.10 WIB dan langsung menuju kamar depan tempat abangnya berada. Ternyata pintu kamar dikunci dari dalam.
Karena mendengar suara adiknya, Mangara membuka pintu kamar. Ronal yang mengetahui pintu kamar sudah dibuka, segera mendatangi dan melongok ke dalam kamar. Ia melihat abangnya berada di sudut kamar.
Ronal terkejut karena abangnya sedang mempersiapkan peluru, kemudian mengarahkan senpi ke dagunya.
Melihat itu, Ronal berusaha membujuk abangnya agar mengurungkan niat bunuh diri. Namun Mangara yang tinggal di Jalan Sei Beringin Lingkungan III Kelurahan Tebingtinggi Lama Kecamatan Padang Hilir Kota Tebingtinggi, malah meminta adiknya pergi.
“Udah, pergilah kau, Dek.”
Tak lama, Ronal mendengar ada suara tarikan pelatuk senpi, namun tidak terdengar ledakan. Kembali, ia mencoba membujuk abangnya.
Bukannya menurut, Mangara malah langsung menarik pelatuk senpi dan diiringi suara ledakan.
Selanjutnya, Ronal melihat darah keluar dari dagu abangnya. Ronal panik dan segera berteriak minta tolong.
Kapolres Sergai, AKBP Robinson Simatupang menyampaikan pihaknya masih melakukan penyelidikan atas kasus tersebut.

(gb-as/rel)

Loading...