Notification

×

Iklan

Iklan

Temukan Bangkai Babi di Sungai Bederah, Distanla Medan Himbau Masyarakat Dikubur

6 Nov 2019 | 11:09 WIB Last Updated 2019-11-10T13:49:17Z
Petugas Kecamatan Medan Marelan berusaha menggeser bangkai babi yang ditemukan di Sungai Bedera ke daratan untuk kemudian ditanam untuk menghindari penyakit pada masyarakat. 
MEDAN, GREENBERITA.com- Kepala Dinas Pertanian dan Kelautan (Distanla) Kota Medan, Ikhsar Marbun, mengatakan, pihaknya tidak bisa berbuat banyak terkait temuan adanya bangkai babi yang ditemukan di sungai. Namun, ia sudah menyurati kepada seluruh camat agar bangkai babi yang ditemukan segera dikubur.

"Kebetulan saya lagi di Jakarta. Tapi, sudah dengar kabar soal temuan bangkai babi. Saya minta camat yang menemukan bangkai babi untuk segera ditanam," ujarnya ketika dihubungi, Rabu (6/11/2019).

Kepada penyuluh Dinas Pertanian dan Perikanan, ia juga mengimbau agar melaporkan ke pihak kecamatan apabila menemukan peristiwa tersebut.

Untuk pencegahan dan penanganan, Ikhsar berdalih hal tersebut bukan merupakan kewenangannya. Sebab, kewenangan tersebut berada di Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sumut.

Ketika disinggung apakah bangkai babi yang ditemukan di sungai karena telah terpapar virus kolera, ia tidak bisa memberikan kepastian.

"Kami tidak ada bidang peternakan. Yang ada di provinsi, cuma kami minta agar bangkainya di tanam untuk pencegahan agar tidak menyebar," jelasnya yang dilansir dari Medanbisnisdaily.com .

Seperti diketahui, bangkai babi ditemukan di sungai bederah. Camat Medan Marelan, Muhammad Yunus, mengatakan, dalam dua hari terakhir pihaknya berupaya menyingkirkan bangkai babi yang ditemukan di sungai untuk dipinggirkan guna ditanam.

Ia juga mengaku heran terhadap keberadaan bangkai yang diduga sengaja dihanyutkan orang tersebut. "Kita akan lacak siapa oknum yang sengaja membuang bangkai babi ke Sungai Bedera," ujar Yunus.
(ars)