Aneh, Desa Turpuk Malau di Samosir Buka Jalan Tapi Tidak Digunakan

VIDEO

Aneh, Desa Turpuk Malau di Samosir Buka Jalan Tapi Tidak Digunakan

Green Berita
Rabu, 30 Oktober 2019

Anggaran Pembukaan Jalan Sebesar Rp.274 Juta di Desa Turpuk Malau Mubazir Karena Jalan Tidak Berfungsi
HARIAN,GREENBERITA.com- Sejatinya pembangunan infrastruktur jalan di desa dengan menggunakan dana desa akan banyak memberi manfaat yang kelak dirasakan masyarakat desa khususnya para petani sehingga diharapkan akan mendorong pertumbuhan ekonomi desa tersebut.

Tapi tidak demikian yang terjadi di Desa Turpuk Malau, Kecamatan Harian Kabupaten Samosir. Kepala Desa disana melakukan pembukaan jalan desa namun ternyata tidak berfungsi karena baru setahun dibuka ternyata jalan tersebut tidak digunakan karena jalan masuk dan jalan keluar tidak ada. 


Seperti diterangkan oleh Anggota BPD (Badan Permusyawaratan Desa) Turpuk Malau, bahkan saat ini  ditengah jalan sudah ditanami jagung oleh warga karena tidak difungsikan.

"Ada anggaran desa tahun 2018 sebesar Rp. 274 juta untuk pembukaan jalan di Malau. Namun dana yang besar ini sangat mubazir dan sia-sia karena jalan yang baru dibuka tahun lalu itu tidak berfungsi dan saat ini tertutup karena jalan masuk dan jalan keluar tidak ada dan hanya ditengah. Karena tidak difungsikan untuk jalan, warga kembali menanami tanahnya dengan jagung," ujar Saor Tampubolon, Anggota BPD Turpuk Malau ketika dikonfirmasi greenberita.com pada Rabu, (30/10/2019).

Baru Setahun dibangun, Gorong-gorong yang tidak berfungsi sudah rubuh dan ambruk
Pada anggaran pembukaan jalan tersebut juga turut dibangun gorong-gorong ditiga titik dan tali air disamping jalan. "Kondisi bangunannya saat ini sangat amburadul, tidak ada urukan dan tali airnya sudah rubuh dan ambruk," jelas Tampubolon. 

Pada saat pembangunan pun,kepala desa secara sepihak melakukan pergantian Ketua TPK (Tim Pelaksana Kegiatan) yang sebelumnya dipilih secara musyawarah dalam rapat desa. TPK sendiri bertugas dalam pengawasan pekerjaan, pengadaan barang dan pekerja proyek dana desa.

Sementara itu, Ketua LSM LPPPI Kabupaten Samosir menyayangkan permasalahan ini dan meminta aparat hukum dapat segera menindaklanjuti laporan BPD Desa Turpuk Malau tersebut.

"Kita sangat menyayangkan pembukaan pembangunan jalan yang sia-sia karena tidak berfungsi ini. Sayang sekali uang negara ratusan juta yang mubazir itu, seharusnya dapat digunakan rakyat desa itu untuk kegiatan lainnya. Karenanya saya berharap aparat hukum dapat menindaklanjuti masalah ini segera," ujar Ranto Limbong, Ketua LSM KPPPI Samosir ketika dikonfirmasi greenberita pada Rabu,(30/10/2019).

Karena tidak berfungsi, pembukaan jalan yang dibangun 2018 akhirnya ditutup warga
Kedepannya, Ranto Limbong juga meminta warga desa tersebut untuk cerdas memilih calon kepala desa yang diduga melakukan kerugian atas uang negara sehingga tidak terulang lagi kedepannya.

Ketika hal ini dikonfirmasi kepada Kajari Samosir melalui Kasi Intel Aben Situmorang, SH mengatakan akan menindaklanjuit masalah ini karena Kejaksaan melalui TP4D yang melakukan pendampingan kegiatan ini.

"Kami terima laporan ini dan akan menindaklanjutinya dengan melakukan pulbaket atas data yang ada dilapangan dan menelusuri kerugian negara disana," tegas Aben Situmorang.

(gb-pardo)

Tonton Wawancara Greenberita dengan Anggota BPD Turpuk Malau,Kecamatan Harian:


Loading...