Tewaskan Pengendara, CV. Ambarta Akui Salah Letakkan Molen dan Material Sembarangan

VIDEO

Tewaskan Pengendara, CV. Ambarta Akui Salah Letakkan Molen dan Material Sembarangan

Green Berita
Kamis, 04 Juli 2019

Korban Laka Lantas, Carlos Sijabat Sayanagkan CV. Ambarta Yang Semabarang Letakkan Material di Tengah Jalan
SAMOSIR,GREENBERITA.com- Pembangunan jalan ringroad di Kabupaten Samosir tepatnya di Desa Garoga Dusun Sitobu, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. telah memakan korban pengguna jalan pada Rabu dini hari, (3/7/2019) sekira pukul 00.30 Wib.

Menurut warga, penyebab kecelakaan adalah akibat mesin molen dan bahan material pembangunan parit jalan yang oleh para pekerja dengan semabarangan diletakan dibahu jalan, tanpa memikirkan keselamatan bagi pengguna jalan yang melintas.


Pantauan dilokasi kejadian, didapati adanya tumpukan bahan material seperti batu kerikil, pasir, tumpukan semen berukuran 50 kg sampai mesin Molen yang berfungsi sebagai pengaduk semen dan asir. Terlihat semua mesin dan bahan material diletakan sampe ketengah jalan ray. 
Hal tersebut oleh warga sangat mengganggu pengguna jalan yang melintas baik roda empat maupun roda dua.

Apalagi dilokasi kejadian juga minim lampu penerangan karena tidak adanya tiang listrik PLN guna menerangi jalan.

Ketika dikonfirmasi media, pengawas CV.  Ambarta,Lukman Saragi, perusahaan yang oleh PT. PP ditunjuk untuk melakukan Sub Kerja, mengaku salah dan lalai.

Selaku pengawas, CV. Ambarita yang berkantor Di Pematang Siantar ini mengakui kesalahannya telah meletakkan material ditengah jalan. 

"Akibat adanya material kami yang ada ditengah bahu jalan raya (mengakibatkan kecelakaan tersebut,red), Tapi kalau material ini kami geser sampe kepinggir jalan maka akan masuk keparet," kilah Lukman Saragi.

Terkait kejadian tewasnya seorang pengendara pada dinin hari tadi, CV. Ambarta menyerahkan padda pihak PT. PP. "Dalam insiden ini, kami cuman pekerja saja disini karena pemiliknya ada di Siantar bernama Hilman," tambahnya.

Pekerja CV. Ambarta di Samosir ada sebanyak 16 Orang, dan kesemuanya direkrut dari Pematang Siantar, Tebing Tinggi, Kisaran tanpa melibatkan warga lokal 


Ketika dikonfirmasi greenberita.com, Kapolres Samosir melalui Kasat Lantas Polres Samosir AKP. Maju Harahap pada Rabu (3/7/2019), mengatakan pihaknyatengah melakukan olah TKP. "Anggota Kita sekarang sudah bekerja untuk mengambil keterangan dari penaggung jawab pekerja proyek Ini," tutur Maju Harahap.

Polisi telah mengamankan satu unit Sepeda Motor, Satu Unit Mesin Molen dan telah dibawa ke Mapolsek Ambarita guna penyelidikan selanjutnya. 

"Sebenarnya dari jauh hari kita sudah menyurati pihak perusahaan PT. PP agar tidak meletakkan bahan material maupun peralatan dibahu jalan khususnya malam Hari, agar jangan menghambat pengguna jalan Lalu Lintas, Jika himbauan kita tidak diindahkan,maka kami akan menindak tegas dan akan memanggil Pihak Perusahaan atau penanggung jawab pengerjaan jalan ini guna meminta keterangan, bila mana ada unsur kelalain dalam pekerjaan ini maka akan kita peroses sesuai dengan hukum yang berlaku sampai kepengadilan," tegas AKP. Maju Harahap.


Adapun ketiga nama korban Laka Tunggal tersebut, Rudianto Situmorang (38), tewas di tempat yang berboncengan dengan Minton Lumban Tungkup (37 Thn). 

Beberapa saat kemudian Carlos Sijabat (28 Thn) yang menyusul dari belakang turut mengalami kecelakaan yang sama namun nyawanya dapat tertolong walau luka berat di sekujur tubuh dan wajahnya. 

Dalam kecelakaan ini, Rudianto tewas di tempat karena tidak tertolong lagi ketika hedak dibawa ke Puskesmas Ambarita, Korban tewas langsung dibawa kekampung orang tuanya sekira pukul 03.00 Wib, 

Carlos Sijabat selaku korban Laka Tunggal yang selamat ketika disambangi di rumah orang tuanya,menceritakan bahwa pada S]saat itu sekitar pukul 00.30 dini hari dia menabrak gundukan material krikil yang berada ditengah jalan. "Letak Material itu tidak pas dan sembarangan, karena sudah sampai ketengah badan jalan,"ujar Carlos.

Sebelum kecelakaan,  Carlos hendak ke Ambarita. "Ketika saya terjatuh saat itu saya masih sadar dan langsung ditolong Omasyarakat sekitar ke Puskesmas untuk mendapatkan perawatan, saat saya melintasi jalan itu tidak ada rambu jalan. Saya berharap pihak perusahaan mau memberikan rambu jalan bagi pengguna jalan,"pungkasnya.

(gb-ferndt)
loading...