Cegah Rabies Gagal Realisasi Tahun Ini, Vaksinasi Massal B1 di Samosir

VIDEO

Cegah Rabies Gagal Realisasi Tahun Ini, Vaksinasi Massal B1 di Samosir

Rabu, 10 April 2019

Kepala Bidang Peternakan Kabupaten Samosir, Roslianna Tarigan.
SAMOSIR, GREENBERITA.com - Dikonfirmasi sebelumnya,Dinas Peternakan Kabupaten Samosir bekerjasama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan, juga Balai VT Riner Provinsi Sumatra Utara merencanakan vaksinasi massal ternak peliharaan anjing (B1) di Samosir untuk mencegah rabies, namun hal itu gagal realisasi tahun ini.

Kepala Bidang Peternakan Kabupaten Samosir, Roslianna Tarigan, Selasa (9/4/2019) menjelaskan, vaksinasi massal yang direncanakan pada pertengahan April ini, terkendala pada penambahan kode rekening pembelian, sehingga realisasi jadi di 2020 mendatang.

"Realisasi terkendala pada penambahan kode rekening pembelian, namun tetap ada vaksinasi tahun ini, namun rencana kembali ke APBD murni kita di 2019 dan paling lama awal Mei sudah berjalan untuk target 10.000 ekor," terang Roslianna.

Ia menyebutkan, berdasarkan vaksinasi yang dilakukan pada tahun anggaran 2018, yang divaksinasi sebanyak 8.500 ekor, tidak realisasi hanya 20%  dari sekitar kurang lebih 10.000 ekor populasi ternak anjing di Samosir.

Vaksinasi Mei mendatang, kata Roslianna, akan melibatkan kurang lebih 20 orang tenaga vaksinator dari peternakan yang sudah pernah dilatih sebelumnya di 9 Kecamatan. Dan anggaran yang ditampung untuk pengadaan dari APBD 2019 sebesar 92 juta. "Tapi pemberian vaksin rabies dilapangan, nantinya gratis," ucap Roslianna.

Disinggung vaksin ternak lainnya dan penyebab kematian beberapa ekor ternak kerbau baru-baru ini milik warga Desa Pardugul, ia menyampaikan, vaksin untuk kerbau saat ini sedang berjalan dan kerbau yang mati itu diduga karena termakan urea, bukan penyebab virus.

"Perkiraan sementara, penyebab kematian kerbau itu karena termakan urea bukan karena virus. Dan sebelumnya memang, mereka tidak mau di vaksin ternaknya," tuturnya.

Dijelaskan, saat ini vaksin penyakit ngorok untuk ternak kerbau sedang jalan. Vaksin ayam, kolera untuk Babi (B2), vaksin untuk sapi juga ada, kecuali vaksin rabies untuk anjing.

Ditambahkan, bagi masyarakat yang ingin mendapatkan vaksin ternaknya, bisa minta tolong langsung kepetugas peternakan yang ada di Kecamatan. "Khusus untuk vaksin rabies nantinya, kita harapkan masyarakat antusias, dan kepala UPT wilayah I Pangururan dan UPT wilayah II Nainggolan agar segera membuat jadwal vaksinasi rabies untuk 9 Kecamatan," tutupnya. (green-Anggi)


Loading...