Notification

×

Iklan

Iklan

Menkopolhumkam Wiranto Bakal Kumpulkan Pimpinan Parpol Jelang Pemilu

8 Jan 2019 | 12:17 WIB Last Updated 2019-11-10T13:26:21Z
Menkopolhumkam, Wiranto
JAKARTA,GREENBERITA.com -- Menjelang Pemilu 2019, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto berencana mengundang pimpinan partai politik peserta pemilihan umum 2019 dalam waktu dekat. Wiranto ingin mengikatkan para pemimpin partai untuk menyukseskan pesta demokrasi lima tahunan kali ini.

"Mengundang, mengingatkan kita semua, kita punya tanggung jawab yang sama terhadap suksesnya pemilu," kata Wiranto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (7/1) seperti dilansir dari cnnindonesia.com.

Menurut Wiranto, para pemimpin partai politik dan kontestan sama-sama memiliki tanggung jawab yang sama dalam mewujudkan pesta demokrasi yang menyenangkan bagi masyarakat. Dia menyebut seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan pemilu tersebut juga harus mewujudkan hal tersebut.

"Bahwa Pemilu ini kan pesta demokrasi membuat masyarakat itu ceria, bahagia, senang karena lima tahun sekali diberi kesempatan memilih pemimpin berkualitas," ujarnya.

Mantan Ketua Umum Partai Hanura ini menyatakan Presiden Joko Widodo juga telah memberikan arahan kepada jajarannya untuk berhati-hati dalam menghadapi tahun politik ini. Presiden, kata Wiranto, menginginkan agar pemilu ini berjalan aman, lancar, damai, dan juga sukses.

"Jangan terganggu dengan hal-hal yang lain, jangan terganggu dengan suatu kebijakan-kebijakan yang justru mengganggu suksesnya pemilu itu," kata dia.

Pada kesempatan itu, Wiranto juga menekankan agar para peserta Pemilu 2019, baik pemilihan legislatif maupun presiden untuk menjauhi penggunaan politik identitas selama masa kampanye.

Wiranto mengatakan kampanye yang dilakukan dalam pesta demokrasi lima tahunan ini bukan untuk mengadu suku dan agama serta status sosial masyarakat.

"Politik identitas itu sebenarnya mengingkari kebinekaan kita, Bhinneka Tunggal Ika. Maka kita juga imbau agar, ya kita jauhilah politik identitas. Karena apa? Karena kampanye ini kan bukan mengadu suku, bukan mengadu agama, bukan mengadu status sosial," kata dia.

Wiranto mengatakan kampanye itu merupakan waktu bagi para peserta pemilu, termasuk pasangan calon presiden dan wakil presiden untuk beradu kompetensi serta kualitas yang disampaikan kepada masyarakat. Menurut dia, masyarakat nantinya akan menilai siapa yang pantas untuk memimpin Indonesia.

"Ini yang harus kita kembangkan kepada masyarakat nanti. Dan kita juga mengimbau kepada partai politik sebagai salah satu yang ikut bertanggung jawab suksesnya pemilu," ujarnya. 

(rel)