Notification

×

Iklan

Iklan

Tiga Kali Gagal Bedah Rumah, Nurbaini Kini Bisa Tinggal di Hunian Layak dibangun Pemko Medan

6 Okt 2026 | 11:45 WIB Last Updated 2026-10-06T04:45:15Z

Rumah Lapuk Dibedah Jadi Layak Huni, Air Mata Nurbaini Pecah di Hadapan Walikota Medan Rico Waas (5/10- fando/gb)
GREENBERITA.com- Air mata kebahagiaan tak terbendung membasahi pipi Nurbaini (50), janda lima anak warga Jalan Air Bersih No. 68, Kecamatan Medan Kota, saat melihat rumah kayu yang selama puluhan tahun ditempatinya kini berubah menjadi hunian layak melalui program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Pemko Medan.


Sebelumnya, Nurbaini bertahan di rumah dengan atap bocor, dinding papan yang lapuk, serta fasilitas kamar mandi dan sumur yang tidak memadai. Kondisi tersebut bahkan membuatnya tak jarang tidur beralaskan semen di area tempat berjualan.


"Tadinya rumah saya ya sudah hancurlah. Dindingnya papan, sudah bocor-bocor," kenang Nurbaini menahan tangis saat ditemui usai peninjauan.&


Perjuangan mendapatkan rumah layak juga tidak mudah. Proposal pengajuan bedah rumah yang diajukannya tiga kali gagal karena diduga dihalangi oknum tertentu.


"Tiga kali gagal. Digagalkan orang supaya rumah ini jangan pernah terbangun. Sampai saya sakit-sakit dipikirkan orang," ucapnya sambil mengusap air mata.


Namun, kesabaran dan doa Nurbaini akhirnya membuahkan hasil. Rumahnya kini memasuki tahap akhir pembangunan.


"Alhamdulillah, saya kepingin punya rumah yang baik, yang pakai keramik. Hanya bisa berdoa sama Allah, dan akhirnya doa saya dijawab. Terima kasih banyak untuk Pak Wali Kota Medan Rico Waas" ungkapnya penuh rasa syukur.


Kondisi tersebut disaksikan langsung Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas bersama Ketua TP PKK Kota Medan Ny. Airin Rico Waas saat meninjau progres pembangunan rumah Nurbaini, Senin (5/10/2026) petang.


Rico menegaskan, rehabilitasi RTLH bukan sekadar mengganti atap, dinding maupun lantai. Rumah yang diberikan kepada warga harus benar-benar selesai dan siap memberikan kenyamanan bagi penghuninya.


Saat meninjau rumah Nurbaini, Rico masih menemukan sejumlah pekerjaan yang harus dituntaskan, seperti saluran air dan pengecatan.


“Ini masih ada beberapa yang perlu diatensikan, termasuk saluran air yang masih belum selesai, cat-cat yang juga masih belum kering. Itu perlu diatensikan supaya bisa segera, mungkin seminggu lagi sudah selesai,” ujar Rico Waas.


Rico juga meminta agar setelah pekerjaan selesai, tidak ada sisa material maupun puing bangunan di sekitar rumah penerima bantuan.


“Kalau bisa begitu serah terima, memang sudah rumah layak huni yang sudah bersih, sudah bagus. Jangan disisakan puing-puing. Begitu hanya dikasih rumah, sudah, ditinggal. Tidak. Jadi memang bagian dari pelayanan itu adalah sampai selesai betul, harus bersih,” tegasnya.


Program rehabilitasi RTLH Pemko Medan menargetkan pembangunan 213 unit rumah. Hingga kini, sebanyak 111 unit atau sekitar 50 persen telah memasuki proses pengerjaan, dengan waktu pengerjaan setiap unit sekitar 40 hingga 45 hari.


Rico mengatakan, perhatian terhadap RTLH merupakan bagian dari upaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Ia juga meminta kader Posyandu aktif menemukan keluarga yang tinggal di rumah tidak layak agar dapat direkomendasikan untuk mendapatkan bantuan.


“Kami juga pesankan kepada kader Posyandu untuk bisa mencari ataupun mendapatkan informasi di mana rumah-rumah yang tidak layak huni itu bisa direkomendasi untuk dibenahi,” pungkas Rico Waas.**(Gb-fando01)