Notification

×

Iklan

Iklan

BGN Resmikan 59 SPPG Baru di Wilayah 3T Sumut, Pemerataan Gizi Dikebut

14 Okt 2026 | 18:23 WIB Last Updated 2026-10-14T11:23:49Z

Wagubsu Surya hadiri Peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Negeri Bayu Muslimin, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun, sebanyak 1.400 SPPG diresmikan secara serentak di seluruh Indonesia oleh BGN, Rabu (14/10- fando/gb)
GREENBERITA.com- Pemerataan akses makanan bergizi bagi anak sekolah menjadi perhatian Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Surya setelah peresmian 232 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sumut. Ia meminta penambahan fasilitas tersebut terus dilakukan, terutama di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang belum terjangkau program Makan Bergizi Gratis (MBG).


"Kami sampaikan bahwa Sumut berharap terus ada penambahan SPPG sampai ke daerah yang belum terjangkau BGN, membantu masyarakat, terutama anak sekolah," ucap Surya saat berdialog secara daring dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono, dari SPPG 3T Negeri Bayu Muslimin, Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun, Rabu (14/10/2026).


Peresmian tersebut merupakan bagian dari pembukaan 1.400 SPPG secara serentak oleh BGN di berbagai wilayah Indonesia. Sebanyak 232 SPPG berada di Sumut, termasuk 59 SPPG di wilayah 3T yang tersebar di 27 kabupaten/kota.


Surya menegaskan, keberadaan SPPG diharapkan memperluas akses pemenuhan gizi bagi anak sekolah tanpa terkendala jarak maupun kondisi geografis.


"Manfaat program ini diharapkan dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat, tanpa terkendala oleh lokasi tempat tinggal maupun kondisi geografis," ujarnya.


Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan fasilitas, tetapi juga kualitas pengelolaan dan konsistensi pelayanan setiap hari.


Sementara itu, Kepala BGN Sudaryono menjelaskan, peresmian 1.400 SPPG merupakan tahap kedua setelah sebelumnya BGN meresmikan 480 SPPG di 16 provinsi wilayah timur Indonesia.


Pada tahap kedua, BGN memprioritaskan pembukaan SPPG di wilayah dengan prevalensi stunting tinggi dan sangat tinggi, termasuk daerah 3T.


"Kami mohon dukungan terus. Kita akan terus prioritaskan SPPG di wilayah 3T dan wilayah dengan tingkat stunting tinggi dan tinggi sekali," ucapnya.


Sudaryono juga meminta kepala daerah dan perangkat daerah terlibat aktif mengawasi pelaksanaan program, termasuk memberikan rekomendasi jika fasilitas maupun pelayanan SPPG belum memenuhi standar.


"Kalau IPA dan fasilitas, higienis, tidak sesuai mohon rekomendasi disampaikan. Rekomendasi kepala daerah pasti menjadi acuan kami, kami ingin kepala daerah trlibat dan keterlibatan perangkat daerah juga sangat diharapkan," ucapnya.


Usai mengikuti peresmian, Surya meninjau langsung fasilitas SPPG 3T Negeri Bayu Muslimin, mulai dari ruang ompreng, ruang persiapan, hingga ruang memasak untuk memastikan kesiapan pelayanan pemenuhan gizi.


Dukungan terhadap program MBG juga disampaikan Nursiah Kurniati, salah seorang orangtua siswa. Ia berharap program tersebut membuat kedua anaknya yang duduk di kelas I dan V SD semakin bersemangat mengonsumsi makanan bergizi.


"Kalau di rumah anak-anak kan sudah makan. Kalau disekolah makannya ramai kawan-kawannya, jadikan tambah selera makan," pungkasnya.**(Gb-fando01)