Notification

×

Iklan

Iklan

Tak Lengkap ke Sumut Tanpa Danau Toba, Delegasi IMT-GT asal Malaysia Rencanakan Trip Wisata

7 Sep 2026 | 21:18 WIB Last Updated 2026-09-07T14:18:34Z

Pemprovsu sambut kedatangan para delegasi dalam rangka menghadiri 32nd Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) Ministerial Meeting and Related Meetings, di CIP/VIP Lounge Bandara Internasional Kualanamu (KNO), Kabupaten Deliserdang, Senin (7/9- Ferndt/gb)
GREENBERITA.com- Kedatangan delegasi Malaysia dan Thailand untuk menghadiri 32nd Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) Ministerial Meeting and Related Meetings dimanfaatkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) untuk mempromosikan potensi wisata dan kuliner daerah.


Forum kerja sama ekonomi subregional tersebut digelar di Kota Medan pada 7–10 September 2026. Sejumlah destinasi wisata unggulan hingga kuliner tradisional Sumut diperkenalkan kepada para delegasi yang mulai tiba di Sumut.


Kedatangan delegasi Malaysia disambut Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sumut Basarin Yunus Tanjung dan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekdaprov Sumut Ardan Noor Hasibuan di CIP/VIP Lounge Bandara Internasional Kualanamu (KNO), Kabupaten Deliserdang, Senin (7/9/2026).


Dalam kesempatan tersebut, Basarin memberikan informasi terkini mengenai kondisi Indonesia dan Sumut. Salah satunya terkait aktivitas sejumlah gunung api yang sedang mengalami erupsi, termasuk Gunung Sinabung.


Basarin juga memperkenalkan sejumlah destinasi wisata yang dapat dikunjungi para delegasi selama berada di Sumut, khususnya di Kota Medan.


"Untuk city tour, bisa mengunjungi Istana Maimon, Rumah Tjong A Fie, Masjid Raya, dan Museum Rahmadsyah. Atau bisa juga menikmati suasana kota lama yang disebut Kesawan," ucapnya.


Basarin turut menjelaskan sosok Tjong A Fie, seorang pengusaha sukses, bankir, filantropis, dan Kapitan Tionghoa asal Guangdong, Tiongkok. Tjong A Fie disebut memiliki peran besar dalam pembangunan perekonomian serta menjaga kerukunan dan keberagaman budaya di Kota Medan.


Selain city tour di Kota Medan, para peserta IMT-GT juga dapat mengunjungi sejumlah destinasi andalan Sumut, di antaranya Danau Toba dan Berastagi.


Promosi wisata juga diperkuat dengan sajian kuliner tradisional Sumut. Para delegasi disuguhi sejumlah kue tradisional, seperti wajik, lemper, puding, hingga jambu biji.


Suguhan tersebut mendapat sambutan hangat dari para delegasi, salah satunya Chief Minister of Perlis Abu Bakar bin Hamzah.


Abu Bakar melihat adanya kesamaan sejumlah kuliner yang disuguhkan dengan makanan tradisional di Malaysia, meski memiliki penyebutan yang berbeda. Ia juga mengaku ingin mengunjungi Danau Toba setelah tiba di Kota Medan.


"Rasanya tak lengkap kalau sudah sampai ke Sumut tak ke Danau Toba. Plan lainnya, bisa juga ke Berastagi," ujarnya.


Abu Bakar bersama Perlis State Secretary Dato' Noor Azman bin Abdul Rahman dan rombongan menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan Pemprov Sumut. Menurutnya, Sumut merupakan salah satu destinasi wisata yang banyak dikunjungi masyarakat Malaysia.


Sementara itu, delegasi Thailand disambut Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sumut Ardan Noor Hasibuan bersama sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Sumut. Kedatangan mereka turut disambut dengan penampilan pakaian khas daerah Sumut.


Para delegasi Malaysia dan Thailand hadir di Sumut dalam rangka mengikuti rangkaian IMT-GT. Forum tersebut merupakan kerja sama ekonomi subregional yang dibentuk pada 1993 untuk mempercepat transformasi ekonomi, integrasi, dan konektivitas di wilayah geografis ketiga negara.


Kerja sama IMT-GT diresmikan oleh kepala negara dan pemerintahan ketiga negara saat itu, yakni Presiden RI Soeharto, Perdana Menteri Malaysia Tun Dr. Mahathir Mohamad, dan Perdana Menteri Thailand Chuan Leekpai.**(Gb-ferndt01)