GREENBERITA.com- Wali Kota Medan Rico Waas menyatakan dukungannya terhadap film “Djamin Setia Selamanya” yang mengangkat perjalanan hidup dan perjuangan pahlawan nasional Letnan Jenderal TNI (Purn) Djamin Ginting. Film tersebut dijadwalkan tayang serentak di bioskop pada 1 Oktober 2026.
Walikota Medan Rico Waas apresiasi penayangan Film Djamin Ginting Tayang pada Oktober, Siapkan Nonton Bareng Warga Medan (21/8- Ferndt/gb)
Dukungan itu disampaikan Rico Waas saat menerima audiensi Ketua Umum Dewan Pembina Yayasan Pahlawan Nasional Riahna Djamin Ginting di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Jumat (21/8/2026).
“Kami siap mempromosikan film ini karena kisah perjuangan Letjen Djamin Ginting juga erat kaitannya dengan Kota Medan,” ujar Rico Waas didampingi Ketua TP PKK Kota Medan Ny. Airin Rico Waas.
Menurut Rico, film tersebut berpotensi menjadi karya sinematik monumental karena tidak sekadar memperkenalkan sosok pahlawan nasional kepada masyarakat, tetapi juga menghadirkan refleksi mendalam secara pribadi bagi dirinya.
“Kami berencana akan menggelar nonton bareng bersama masyarakat,” tambah Rico Waas.
Sebelumnya, Riahna Djamin Ginting menyampaikan kepada Wali Kota Medan mengenai rencana penayangan film yang mengisahkan perjuangan Letjen TNI (Purn) Djamin Ginting tersebut di bioskop.
“Setelah melakukan proses syuting yang cukup panjang, akhirnya film mengisahkan perjuangan pahlawan nasional Letjen Djamin Ginting siap tayang pada 1 Oktober 2026 di Bioskop 21 dan Cinepolis,” ujarnya.
Selain membahas pemutaran film, Riahna Djamin Ginting juga menyampaikan rencana penabalan marga kepada Wali Kota Medan Rico Waas beserta istri pada Oktober 2026 mendatang.
Dalam prosesi tersebut, Rico Waas akan ditabalkan marga Ginting Suka, sedangkan Airin Rico Waas ditabalkan marga Sembiring Pelawi.
“Rangkaian prosesi adat tersebut nantinya akan dilakukan oleh empat raja yang ada di Kota Medan,” tambahnya.
Dalam audiensi tersebut, Riahna Djamin Ginting turut didampingi Oddie Octaviadi, Roy Fachraby Ginting, Roma Elisya Sebayang, dan Edison Ginting.
Rombongan juga menyerahkan cenderamata berupa kain bakabuluh dan alat musik tradisional Karo kulcapi.**(Gb-ferndt01)




