GREENBERITA.com- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menargetkan sebanyak 7,3 juta jiwa atau 46 persen dari total penduduk memperoleh layanan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sepanjang 2026. Optimisme itu didukung capaian layanan yang hingga Juni 2026 telah menjangkau 3,2 juta warga melalui ratusan Puskesmas di seluruh Sumut.
Pemprov Sumut melalui Kabid Kesmas Dinkes Sumut Hery VB Ambarita Dinas gelar Konferensi Pers terkait Program Cek Kesehatan Gratis Pemprovsu di Lobby Kantor Gubsu Medan, Jumat (10/7- Ferndt/gb)
Program CKG yang telah berjalan sejak Februari 2025 menunjukkan capaian yang terus meningkat. Pada 2025, sebanyak 22,56% masyarakat Sumut telah memanfaatkan layanan tersebut. Tahun ini, target cakupan ditingkatkan menjadi 46%.
"Pada tahun 2025 capaian Sumut terbaik keempat tingkat nasional, kita berhasil memenuhi capaian sekitar 22,56%. Target tersebut dinaikkan secara bertahap, dan untuk tahun ini kita menargetkan capaian sebesar 46%," ujar Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kabid Kesmas) Dinas Kesehatan Sumut Hery Valona Bonatua Ambarita pada temu pers yang diselenggarakan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumut di Lobby Dekranasda Sumut, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan, Jumat (10/7/2026).
Hingga Juni 2026, Dinas Kesehatan Sumut mencatat sebanyak 3,2 juta jiwa telah mendapatkan layanan CKG. Pelayanan tersebut telah tersedia di 619 Puskesmas yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Sumut.
Dengan capaian tersebut, Dinas Kesehatan Sumut optimistis target 46% dapat direalisasikan hingga akhir tahun.
Untuk mempercepat pelaksanaan program, Gubernur Sumut Bobby Nasution memberikan perhatian khusus dengan mendorong Pemerintah Kabupaten/Kota mengoptimalkan pelaksanaan layanan CKG di wilayah masing-masing.
Program CKG bertujuan melakukan deteksi dini (skrining) untuk memetakan kondisi kesehatan masyarakat, sehingga potensi penyakit dapat diketahui dan ditangani lebih awal sebelum berkembang menjadi lebih serius. Karena itu, masyarakat diimbau memanfaatkan layanan tersebut.
"Kita mengharapkan, masyarakat memanfaatkan program ini, untuk deteksi dini kondisi kesehatan kita," kata Hery.
Selain memperluas layanan CKG, Pemprov Sumut juga terus memperkuat akses layanan kesehatan yang merata melalui pelaksanaan program Universal Health Coverage (UHC) bagi masyarakat Sumut.
Menanggapi pertanyaan para jurnalis terkait adanya dugaan penginputan data CKG masyarakat tanpa melakukan pemeriksaan kepada warga alias fiktif, dirinya menegaskan akan menindaklanjuti hal tersebut ke lapangan.
"Semangat kita melakukan CKG ini untuk memperoleh informasi dini terkait kesehatan warga, bila ada penginputan data CKG warga tapi tidak dilakukan alias fiktif oleh tenaga kesehatan, itu sangat tidak beretika dan kami akan menindaklanjuti langsung ke lapangan," tegas Hery V Bonatua Ambarita.**(Gb-ferndt01)















