GREENBERITA.com- Ancaman krisis ekonomi global dan cuaca yang tidak menentu mulai dirasakan masyarakat desa, terutama petani di kawasan pedalaman. 
Rapidin Turun ke Pedalaman Samosir Bagikan Bibit Jagung Unggul (24/5- Ferndt/gb)
Menyikapi kondisi itu, Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara, Rapidin Simbolon, turun langsung membagikan bibit jagung unggul kepada warga Desa Maduma, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Senin (24/5/2026).
Kegiatan tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat yang mayoritas menggantungkan hidup dari sektor pertanian. Bantuan benih jagung dinilai menjadi solusi di tengah tingginya harga bibit dan meningkatnya biaya produksi pertanian dalam beberapa bulan terakhir. Bahkan pada tahun 2025 lalu, PDI-P melakukan pembagian air bersih sampai puluhan truk tangki kedaerah perbukitan di Samosir.
Dalam pertemuan bersama warga tersebut, Rapidin yang juga Anggota DPR RI menegaskan bahwa penguatan ketahanan pangan harus menjadi perhatian serius pemerintah di tengah situasi ekonomi global yang tidak menentu.
Menurut dia, desa dan petani merupakan garda terdepan dalam menjaga stabilitas pangan masyarakat.
“Ketahanan pangan dan jaring pengaman sosial harus diperkuat. Jangan sampai masyarakat desa justru menjadi kelompok paling terdampak ketika situasi ekonomi global memburuk,” ujar Rapidin di hadapan warga.
Tokoh masyarakat Desa Maduma, Josner Sidauruk, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Rapidin kepada masyarakat di wilayah pedalaman Samosir. Ia mengatakan, tidak banyak pejabat yang datang langsung mendengar kebutuhan petani di desa.
Menurut Josner, bantuan bibit jagung jenis P-32 yang diberikan sangat membantu petani, terutama karena harga benih unggul saat ini semakin mahal dan sulit diperoleh. Bibit P-32 dikenal sebagai varietas jagung dengan produktivitas tinggi dan menjadi pilihan banyak petani.
“Kami sangat berterima kasih karena Pak Rapidin datang langsung melihat kondisi masyarakat di pedalaman. Bibit ini sangat membantu petani. Sekarang benih jagung unggul mahal, apalagi jenis P-32,” kata Josner.
Ia menjelaskan, jagung jenis P-32 memiliki kualitas produksi yang lebih baik dibanding varietas biasa. Dalam satu batang bahkan dapat menghasilkan hingga tiga tongkol jagung dengan harga jual yang cukup stabil di pasaran.
“Kalau hasilnya bagus, harga jagung sekarang sekitar Rp6.500 per kilogram. Ini tentu bisa membantu ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Karena itu, Josner berharap bantuan bibit jagung dapat terus berlanjut dan jumlahnya ditambah pada masa mendatang agar lebih banyak petani di kawasan Simanindo dapat merasakan manfaatnya.
Menurut dia, perhatian Rapidin Simbolon terhadap masyarakat desa bukan baru kali ini dilakukan. Warga mengaku sudah lama melihat kepedulian politikus PDI Perjuangan itu terhadap kebutuhan masyarakat kecil, khususnya petani dan warga di kawasan Danau Toba.
Selain persoalan pertanian, warga juga menyampaikan aspirasi terkait kondisi jalan di sejumlah wilayah desa yang dinilai masih membutuhkan perhatian pemerintah. Infrastruktur jalan yang kurang memadai dinilai menjadi hambatan distribusi hasil pertanian masyarakat.
Menanggapi keluhan tersebut, Rapidin mengakui kondisi keuangan daerah saat ini memang belum memungkinkan untuk melakukan pembangunan secara maksimal. Namun demikian, ia menegaskan persoalan infrastruktur tetap harus diperjuangkan, terutama melalui dukungan anggaran pemerintah pusat.
“Memang tadi kepala desa menyampaikan soal jalan. Kondisi anggaran kabupaten maupun provinsi sekarang sedang tidak baik. Tetapi ini tetap harus diperjuangkan,” kata Rapidin.
Ia mengaku telah meminta Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Samosir untuk mendata ruas jalan yang memungkinkan dialihkan pembangunannya ke pemerintah pusat agar bisa diperjuangkan melalui jalur nasional.
“Saya sudah meminta kepada Kadis PU Samosir agar jalan-jalan yang perlu dilimpahkan pembangunannya ke pusat segera disampaikan kepada saya. Nanti kita kawal bersama-sama,” ujarnya.
Rapidin menilai, sektor pertanian tidak boleh dibiarkan berjalan sendiri di tengah ancaman perlambatan ekonomi global. Menurut dia, negara harus hadir memastikan petani memiliki akses terhadap bibit, pupuk, dan infrastruktur pendukung agar produksi pangan tetap terjaga.
Bantuan bibit jagung itu diharapkan tidak hanya membantu kebutuhan tanam petani dalam jangka pendek, tetapi juga menjadi upaya menjaga kestabilan ekonomi masyarakat desa yang sangat bergantung pada hasil pertanian.**(Gb-ferndt01)















