Notification

×

Iklan

Iklan

Prediksi Hujan hingga Hama, Gubsu sebut AI Jadi Senjata Baru Petani Sumut

23 Feb 2026 | 14:50 WIB Last Updated 2026-02-23T07:50:03Z

Gubsu Bobby Nasution laksanakan sesi Zoom Meeting Bersama Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan membahas Perumusan Ekosistem Pertanian Berbasis Artificial Inteligence (23/2- dokdiskominfoSU/gb)

GREENBERITA.com–Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama Dewan Ekonomi Nasional (DEN) tengah merumuskan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk tata kelola pertanian. 


Teknologi ini diyakini mampu mempercepat modernisasi sektor pertanian sekaligus mendongkrak produksi secara lebih masif, dengan catatan penguatan sumber daya manusia dan sistem digital berjalan seiring.


Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution menegaskan, penerapan AI dalam sistem pertanian tidak hanya soal perangkat, tetapi juga kesiapan para pengguna seperti petani, penyuluh, dan pihak terkait lainnya. 


Hal tersebut disampaikan Bobby saat mengikuti rapat virtual bersama DEN dari kediaman pribadinya di Komplek Tasbih, Medan, Senin (23/2/2026).


“Perlunya penguatan sistem digital, bukan hanya alat saja, tetapi SDM yang menggunakan, kemudian dukungan kebijakan yang tepat,” kata Bobby Nasution saat rapat virtual dengan DEN dari kediaman pribadinya di Komplek Tasbih, Medan, Senin (23/2/2026).


Menurut Bobby, kemampuan pengguna teknologi sangat menentukan tingkat keakuratan AI dalam mendukung kebutuhan pertanian. Sistem ini dinilai mampu memprediksi curah hujan, menentukan waktu tanam dan panen, hingga menganalisis hama beserta cara penanganannya.


“Peran AI sangat penting dalam teknologi pertanian, tetapi tentu bila data yang kita input akurat, hasilnya kita bisa lebih akurat memprediksi curah hujan, waktu tanam dan panen, bahkan analisa hasil produksi pertanian,” ujarnya.


Sementara itu, Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan sistem pertanian berbasis AI untuk Sumut telah siap diterapkan. Ia menyebut investor juga telah menyatakan kesiapan mendukung pengembangan teknologi tersebut.


Saat ini, sistem pertanian berbasis AI telah diterapkan di Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura 2 (TSTH 2). 


Menurut Luhut, sistem tersebut siap diaplikasikan pada sektor pertanian masyarakat.


“Sistem AI-nya sudah ada, bekerja sama dengan TSTH, lahan ada, ini bukan angan-angan lagi, titik-titiknya sudah dapat tinggal kita ‘jahit’,” kata Luhut.


Rapat virtual tersebut turut dihadiri Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Suwandi, jajaran DEN, serta para bupati se-Provinsi Sumut. 


Hadir pula mendampingi Bobby Nasution jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Sumut dan peneliti TSTH 2.**(gb-ferndt01)