Notification

×

Iklan

Iklan

Polemik Pergantian Waktu Onan Jelang Hari Jadi, DPRD Samosir Semprot Pemkab Bela Tangisan Pedagang

24 Feb 2026 | 13:30 WIB Last Updated 2026-02-24T06:30:07Z

Onanbaru Dipindah demi HUT, Pedagang Menjerit dan DPRD Semprot Pemkab Samosir (photo ferndt/gb)

GREENBERITA.com–Perubahan jadwal Pasar Rakyat Tradisional Onanbaru dari hari Rabu ke hari Senin yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Samosir karena perayaan hari jadi daerah menuai sorotan tajam. 


Kebijakan tersebut dikeluhkan pedagang karena berdampak pada penurunan omzet hingga menyebabkan kerugian.


Kritikan tegas juga datang dari anggota DPRD Samosir, Polten Simbolon. Ia secara terbuka menolak pergantian hari Onan di Pangururan tersebut.


"Pergantian hari Onan Panguruan itu jelas saya tdk sependapat dengan tindakan pemkab yang kurang peka dgn kebutuhan rakyat," tegas Polten Simbolon.


Anggota DPRD Samosir dari Fraksi Partai Golkar itu turut menyinggung kebiasaan Pemkab Samosir yang kerap mengundang artis ibu kota dengan biaya besar setiap perayaan hari jadi kabupaten.


"Terkesan Pemkab Samosir gelap mata akan situasi saat ini, terkesan berpesta poya dengan mengundang artis ditengah-tengah ekonomi sedang tidak baik-baik saja, seandainya biaya nya bisa dialihkan untuk membantu perekonomian rakyat itu lebih baik karena acara seremonial ini sedikit pun tdk memberikan edukasi kepada masyarakat," jelas Polten Simbolon.


Ia juga meminta Bupati Samosir Vandiko Gultom agar lebih sering turun langsung melihat kondisi masyarakat.


"Kita berharap kepada pemerintaham Vandiko-Ariston agar lebih sering turun melayani dan terjun langsung melihat kondisi perekonomian rakyat serta membantu memberikan dukungan moral atau solusi kepada masyarakat untuk meningkatkan kehidupan dan kesejahteraan rakyat," tegas Polten Simbolon kepada Bupati Samosir.


Sebelumnya diberitakan, akibat perpindahan jadwal Onan Pangururan tersebut, para pedagang mengeluh karena dagangan mereka tidak laku dan omzet menurun signifikan.


“Susah kali kami hari ini. Kalau gak diganti harinya gak bakal seperti ini, kalau begini kan jualan kami gak laku, ongkos pun sudah tidak ada lagi,” kata pedagang Boru Simbolon (76), warga Siambalo kepada wartawan, Senin (23/2/2026).


Boru Simbolon meminta kepada Pemkab Samosir, terkhusus kepada Bupati Samosir, agar tidak mengubah jadwal Pasar Rakyat Tradisional di Onanbaru.


“Bapak Vandiko kenapa harus Senin dibuat pekan Onanbaru. Kami sudah sengsara berjualan sekarang, jualan kami gak laku, ongkos kami sudah tidak ada, biaya makan kami juga tidak ada, rugi kami. Harus bagaimana mana lagi kami ini bapak Vandiko. Tolong,” jerit Boru Simbolon.


Ia berharap Pemkab Samosir lebih bijak dalam mengambil kebijakan karena dampaknya langsung dirasakan masyarakat, khususnya pedagang di Pasar Tradisional Onanbaru Pangururan.


“Tolong ya bapak, kasian melihat kami masyarakat ini, terkhusus kami pedagang,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Samosir, Marudut Tua Sitinjak, saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa perubahan jadwal dilakukan karena perayaan Hari Jadi Kabupaten Samosir ke-22 yang digelar pada Rabu, 26 hingga 27 Februari 2026, sehingga Pasar Tradisional Onanbaru dipindahkan ke hari Senin.


“Karena hari Rabu persiapan pemasangan tribun di segmen 5. Kegiatan Hari Jadi dimulai tgl 26 hingga 27 Februari 2026. Itu penyebabnya,” terangnya.**(gb-ferndt01)