Notification

×

Iklan

Iklan

Lintas Lembaga Tanam Pohon di Lereng Pusuk Buhit, Pesan Besar untuk Masa Depan Samosir

18 Feb 2026 | 08:45 WIB Last Updated 2026-02-18T01:45:52Z

Tanam Pohon di Lereng Pusuk Buhit, Wabup Samosir Tegaskan Komitmen Jaga Geopark Kaldera Toba (16/2- dokdiskominfoKS/GB)

GREENBERITA.com–Upaya pelestarian lingkungan di kawasan Danau Toba terus diperkuat melalui aksi penanaman pohon di lahan rehabilitasi hutan Lombang Nabagas, Desa Huta Ginjang, lereng Gunung Pusuk Buhit, Senin (16/02/2026). 


Kegiatan ini menjadi simbol lo ó kolaborasi lintas lembaga untuk menjaga keberlanjutan ekosistem sekaligus mempertahankan status Geopark Kaldera Toba.


Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk memimpin langsung penanaman pohon tersebut. Kegiatan ini merupakan upaya konservasi kawasan Gunung Pusuk Buhit sekaligus mendukung pelestarian lingkungan di kawasan Danau Toba.


Penanaman pohon tersebut merupakan kerja sama Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark dengan Komite II DPD RI. 


Kegiatan ini juga melibatkan sejumlah pemangku kepentingan, antara lain PT Inalum melalui Divisi CSR, Perum Jasa Tirta, PPTSB, Pusat Studi Geopark Danau Toba, serta dukungan Pemerintah Kabupaten Samosir.


Dalam sambutannya, Ariston Tua Sidauruk menyampaikan apresiasi atas kolaborasi lintas lembaga dalam kegiatan penanaman pohon tersebut. 


Wabup menyebutkan bahwa kegiatan ini menjadi bukti kecintaan terhadap Samosir sekaligus komitmen menjaga status Geopark Kaldera Toba.


“Dengan semangat gotong royong, saya yakin pohon yang ditanam hari ini dapat tumbuh dan berkembang demi kelestarian alam,” kata Ariston.


Ia menambahkan, pelestarian lingkungan menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah selain pembangunan sektor sosial. Ariston menilai kelestarian hutan akan berdampak langsung pada kesejukan wilayah, keindahan lanskap, serta peningkatan daya tarik pariwisata.


“Jika pariwisata tumbuh, maka pendapatan asli daerah meningkat dan pembangunan Samosir dapat dilakukan lebih maksimal,” ujarnya.


Anggota Komite II DPD RI Badikenita Br. Sitepu mengatakan penanaman pohon merupakan bagian dari pemahaman ekoteologi yang mendorong pelestarian lingkungan sebagai tanggung jawab moral. Ia menyebut pihaknya tengah mendorong program green village atau desa hijau menjadi agenda nasional.


“Samosir ini surga dunia yang harus dijaga. Tidak perlu sawit atau tambang, pariwisata yang lestari sudah cukup memberi manfaat,” ujarnya.


Badikenita juga mengajak generasi muda terlibat dalam pelestarian lingkungan, bahkan menyatakan kesiapan memberikan beasiswa bagi mahasiswa yang menempuh pendidikan di bidang geologi.


Sementara itu, Ketua Lembaga Perdamaian dan Keadilan Ciptaan Ordo Kapusin Medan Pastor Walden Sitanggang menegaskan komitmen gereja untuk terus terlibat dalam pemulihan alam.


Menurut dia, pohon tidak boleh dilihat semata dari nilai ekonominya, melainkan sebagai sumber kehidupan.


“Jika kita menjaga alam, maka alam juga akan menjaga kita,” katanya.

General Manager Badan Pengelola TCUGGp Azizul Kholis mengakui bahwa Samosir menjadi salah satu daerah terdepan dalam pengembangan pariwisata di kawasan Danau Toba. 


Ia menegaskan bahwa status Geopark tidak hanya soal dokumen, tetapi juga upaya nyata melindungi kekayaan geologi, keanekaragaman hayati, serta budaya empat suku utama di kawasan Danau Toba.


"TCUGGp saat ini melindungi 16 geosite dan akan merekomendasikan pengusulan geosite Bonan Dolok serta pengembangan geosite Onan Runggu untuk mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat," ujar Azizul Kholis.


Turut hadir mendampingi Wabup Asisten II Hotraja Sitanggang, Asisten III Arnod Sitorus, Kadis Kominfo Immanuel Sitanggang dan pimpinan OPD lainnya, Ketua dan anggota PKK Kabupaten Samosir.**(gb-ferndt 01)