Notification

×

Iklan

Iklan

Terhenti karena Proses Hukum, Proyek Rp238 Miliar Jalan Sipiongot Dilanjutkan Lagi

29 Jan 2026 | 08:47 WIB Last Updated 2026-01-29T01:47:28Z

Pemprovsu melalui Dinas PUPR menjelaskan Realisasi Pembangunan Infrastruktur Tahun 2025 dan Rencana Tahun 2026, serta Progres Penanganan Infrastruktur Pasca Bencana di Kantor Gubsu Medan, Rabu (28/1- dokdiskominfoSU/gb)

GREENBERITA.com–Setelah puluhan tahun dinantikan masyarakat, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) memastikan kelanjutan pembangunan jalan di kawasan Sipiongot, Kabupaten Padanglawas Utara (Paluta), yang ditargetkan mulai direalisasikan pada Maret 2026.


Pemprov Sumut melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menyatakan proyek tersebut telah masuk dalam program strategis daerah dan menjadi prioritas pembangunan infrastruktur tahun ini.


“Kita targetkan pembangunan jalan di kawasan Sipiongot akan dimulai pada Maret 2026. Mudah-mudahan sudah bisa kita realisasikan segera,” ujar Kabid Perencanaan Dinas PUPR Sumut, Harry Rizal Hasibuan dalam konferensi pers yang digelar di Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut di Lobby Dekranasda kantor Gubernur Sumut, Rabu (28/1/2026).


Pembangunan jalan di kawasan Sipiongot mencakup beberapa ruas, yakni Sipiongot–batas Labuhanbatu sepanjang 16 kilometer dengan anggaran Rp96 miliar, Sipiongot–batas Tapanuli Selatan sepanjang 12 kilometer dengan anggaran Rp72 miliar, serta Hutaimbaru–Sipiongot Paluta sepanjang 11,8 kilometer dengan anggaran Rp70,8 miliar.


Harry menjelaskan, realisasi pembangunan jalan ini telah lama dinantikan masyarakat setempat mengingat kondisi infrastruktur yang rusak berat. Selama ini, akses jalan kerap berlumpur saat hujan dan sulit dilalui kendaraan.


“Kawasan Sipiongot ini dulu masih menjadi daerah yang tertinggal. Bahkan kalau bisa kita katakan di tahun 80-90 an, transportasi di kawasan Sipiongot ini harus dilalui dengan naik kuda,” ujar Harry.


Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Provinsi Sumut di bawah kepemimpinan Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution untuk melanjutkan proyek pembangunan jalan kawasan Sipiongot yang sempat terhenti pada 2025 akibat proses hukum oleh KPK RI. 


Pembangunan jalan ini diharapkan memberikan dampak besar bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah yang menghubungkan Paluta, Tapanuli Selatan, dan Labuhanbatu, sekaligus memperlancar akses perekonomian warga yang selama ini terisolasi.


“Baru kali ini di bawah kepemimpinan Gubernur Pak Bobby, kawasan Jalan Sipiongot akan dibangun. Proyek ini tentu dapat mewujudkan pemerataan pembangunan di wilayah yang selama ini terpencil dan tertinggal,” kata Harry.


Selain itu, proyek Jalan Sipiongot juga diharapkan mempermudah akses masyarakat menuju pusat-pusat layanan publik, seperti fasilitas kesehatan dan pendidikan di Kecamatan Dolok, seiring terbukanya jalur konektivitas ke tiga wilayah tersebut.**(gb-ferndt 01)