Notification

×

Iklan

Iklan

Berobat Cukup Pakai KTP, Sumut Diguyur UHC Award dari Pemerintah Pusat

29 Jan 2026 | 08:53 WIB Last Updated 2026-01-29T01:53:11Z

Gubsu Bobby Nasution kunjungi RSUD Aek Kanopan, Kabupaten Labura untuk memastikan kesiapan rumah sakit daerah dalam pelaksanaan Program Berobat Gratis (27/1- dokdiskominfoSU/gb)

GREENBERITA.com–Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional setelah berhasil meraih penghargaan UHC Award kategori pratama dari pemerintah pusat. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar di Ballroom JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Selasa (27/1/2026).


Di bawah kepemimpinan Gubernur Muhammad Bobby Afif Nasution, Pemprov Sumut menjalankan Program Berobat Gratis (PROBIS) yang memungkinkan masyarakat memperoleh layanan kesehatan hanya dengan menunjukkan KTP. 


Program ini menjadi bentuk komitmen Pemprov Sumut dalam mendukung Universal Health Coverage (UHC) guna menjamin akses kesehatan bagi seluruh masyarakat.


Pada tahun 2025, Sumut berhasil mencapai status Universal Health Coverage (UHC) Prioritas, dua tahun lebih cepat dari target yang direncanakan. 


Tingkat kepesertaan mencapai 100 persen dengan rasio peserta aktif sebesar 98,6 persen. 


Selain itu, Pemprov Sumut telah menjalin kerja sama layanan berobat gratis dengan 172 rumah sakit, 619 puskesmas, dan 510 klinik di seluruh wilayah Sumatera Utara.


“Pemprov Sumut terus melanjutkan program UHC ini yaitu PROBIS di tahun ini, ini komitmen Bapak Gubernur menjamin layanan kesehatan masyarakat Sumut, yang bisa diakses siapa saja,” kata Asisten Administrasi Umum Muhammad Suib mewakili Gubernur Sumut Bobby Nasution, usai menerima penghargaan UHC Award di JIEXPO.


Suib menegaskan, pelayanan PROBIS akan terus ditingkatkan. Pemprov Sumut juga telah menyiapkan layanan pengaduan masyarakat yang beroperasi selama 24 jam.


“PROBIS sudah berjalan tahun 2025, pada tahun ini kita juga fokus pada peningkatan pelayanan dan kualitas, untuk itu kita siap menerima aduan terkait hal itu,” katanya.


Sementara itu, Direktur Utama BPJS Kesehatan Ghufron Mukti menyampaikan bahwa peran kepala daerah sangat menentukan capaian UHC nasional yang saat ini telah mencapai 98 persen dari total penduduk Indonesia, dengan tingkat kepesertaan aktif sebesar 81,45 persen.


“Peran kepala daerah memiliki pengaruh langsung terhadap keberhasilan tersebut, khususnya dalam mendorong penduduk untuk terdaftar dan memastikan keberlangsungan kepesertaan aktif melalui dukungan kebijakan dan penganggaran daerah,” katanya.**(gb-ferndt 01)