
RSUD Kumpulan Pane Tegaskan Tak Pernah Tolak Pasien, Viral di Medsos Disebut Miskomunikasi (photo Rustam/gb)
GREENBERITA.com–Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kumpulan Pane Kota Tebing Tinggi memberikan klarifikasi resmi terkait pemberitaan yang beredar di media sosial mengenai dugaan penolakan pasien. Pihak rumah sakit menegaskan tidak pernah menolak pasien, khususnya yang membutuhkan penanganan darurat atau emergency.
Direktur RSUD Kumpulan Pane, Lili Marliana, menyatakan peristiwa yang sempat viral tersebut terjadi akibat kesalahpahaman komunikasi di lapangan, bukan bentuk penolakan pelayanan medis.
Menurut Lili Marliana, kejadian bermula saat petugas rumah sakit menyampaikan informasi terkait kondisi kapasitas ruang perawatan yang sedang penuh. Informasi itu disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab agar pasien tetap mendapatkan pelayanan yang sesuai standar medis.
"Petugas kami menyampaikan bahwa ruang perawatan saat itu sedang penuh. Sebagai solusi medis yang bertanggung jawab, kami menyarankan agar pasien diobservasi sementara di ruang Unit Gawat Darurat (UGD) atau jika pihak keluarga menghendaki kenyamanan lebih, dapat memilih rumah sakit rekanan lainnya," ujar Direktur Lili Marliana kepada greenberita, Kamis (8/1/2025).
Diketahui, pasien bernama Ibu Suheli (66), warga Berohol, sebelumnya sempat menjalani perawatan di RSUD Kumpulan Pane pada pekan lalu. Pengalaman tersebut membuat pihak keluarga merasa nyaman dan berharap kembali mendapatkan layanan di rumah sakit milik Pemerintah Kota Tebing Tinggi tersebut.
Sebagai bentuk tanggung jawab moral dan kepedulian, jajaran manajemen RSUD Kumpulan Pane kemudian berinisiatif mengunjungi Ibu Suheli yang saat ini dirawat di RS Chevani. Kunjungan tersebut dilakukan untuk bersilaturahmi sekaligus meluruskan kesalahpahaman yang terjadi.
"Kami secara langsung telah menemui keluarga pasien untuk menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang muncul akibat kesalahpahaman informasi. Bagi kami, keselamatan dan kepuasan pasien adalah prioritas utama," tegas manajemen.
RSUD Kumpulan Pane juga menyadari bahwa di era digital, respons dan aspirasi masyarakat dapat dengan cepat berkembang di media sosial. Peristiwa ini dijadikan bahan evaluasi internal untuk meningkatkan kualitas komunikasi petugas, khususnya di garda terdepan pelayanan.
"Kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi kami. RSUD Kumpulan Pane berkomitmen untuk terus berbenah dan memastikan komunikasi antara tenaga medis dan masyarakat berjalan lebih efektif, demi pelayanan kesehatan Tebing Tinggi yang lebih baik," pungkasnya.**(gb-ferndt01)











