Notification

×

Iklan

Iklan

Program Berobat Gratis Diperbaiki, Pemprov Sumut buka Pengaduan Warga Dibuka 24 Jam

21 Jan 2026 | 22:07 WIB Last Updated 2026-01-21T15:07:08Z

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan (BAPPELITBANG) Sumut Dikky Anugrah bersama sejumlah pimpinan OPD ikuti temu pers yang diselenggarakan Dinas Kominfo Sumut di Lobby Dekranasda Sumut, Kantor Gubernur, Rabu (21/1 -dokdiskominfoSU/gb)

 GREENBERITA.com–Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) memastikan keberlanjutan dan peningkatan kualitas Program Berobat Gratis (PROBIS) sebagai bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution di sektor kesehatan.


Program PROBIS yang telah berjalan sejak 2025 terbukti memberi manfaat nyata bagi masyarakat Sumut. Memasuki tahun 2026, Pemprov Sumut menitikberatkan upaya penyempurnaan layanan, termasuk menyiapkan kanal pengaduan masyarakat yang dapat diakses selama 24 jam.


“Sudah dimulai sejak 2025, tahun 2026 menjadi upaya penyempurnaan dan perbaikan, kami juga kemarin mendengar keluhan UHC (Universal Health Coverage) ini, tentu sebagai momen perbaikan, dan kita optimalisasi digitalisasi, jadi ada layanan yang kita siapkan untuk pengaduan yang bisa diakses masyarakat selama 24 jam,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan (BAPPELITBANG) Sumut Dikky Anugrah pada temu pers yang diselenggarakan Dinas Kominfo Sumut di Lobby Dekranasda Sumut, Kantor Gubernur, Jalan Diponegoro, Medan, Rabu (21/1/2026).


PROBIS memungkinkan masyarakat memperoleh layanan berobat gratis hanya dengan menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP). 


Pada 2025, Sumatera Utara juga berhasil mencapai Universal Health Coverage (UHC) prioritas.

Capaian tersebut diraih dua tahun lebih cepat dari target yang direncanakan, dengan tingkat kepesertaan mencapai 100 persen dan rasio keaktifan peserta sebesar 98,6 persen. 


Hingga kini, Pemprov Sumut telah menjalin kerja sama dengan 172 rumah sakit, 619 puskesmas, dan 510 klinik di seluruh wilayah Sumatera Utara.


"Seluruh 15,3 juta penduduk Sumatera Utara ditargetkan mendapat jaminan kesehatan yang lebih berkualitas. Rumah sakit mitra yang tidak memenuhi standar layanan akan kami evaluasi," kata Dikky.


Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut Hamid Rijal mengatakan pihaknya telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) mutu pelayanan untuk memastikan kualitas layanan kesehatan di fasilitas mitra PROBIS.


Menanggapi kasus penolakan pasien yang sempat viral di media beberapa waktu lalu, Dinas Kesehatan Sumut telah menurunkan tim ke rumah sakit terkait untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh.


“Kami sudah turun di RS dan kami sudah lakukan pengecekan, klarifikasi termasuk pengujian SOP untuk nantinya diambil satu kesimpulan, dari kesimpulan itu akan diambil keputusan atau rekomendasi,” kata Hamid.**(gb-ferndt01)