
Kabiro Perekonomian Sumut Poppy Marulita Hutagalung (14/1- dokdiskominfoSU/gb)
GREENBERITA.com–Investasi Melonjak Sepanjang 2025.Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution sepanjang 2025 menaruh fokus pada penguatan ekosistem ekonomi daerah melalui peningkatan daya saing UMKM serta penciptaan iklim investasi yang kondusif dan progresif. Hasilnya, sejumlah indikator makro menunjukkan kinerja yang solid hingga triwulan III 2025.
Capaian tersebut tercermin dari indikator sasaran pembangunan yang mencatat pengendalian kemiskinan, penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), perbaikan Gini Ratio, serta PDRB per kapita yang melampaui target. Stabilitas ekonomi daerah juga terjaga di tengah dinamika nasional dan global.
Kepala Biro Perekonomian Sumut Poppy Marulita Hutagalung menyampaikan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, ekonomi Sumatera Utara pada triwulan III 2025 tumbuh 4,55 persen secara year on year (YoY). Pertumbuhan ini sekaligus menyumbang kontribusi PDRB tertinggi di Pulau Sumatera sebesar 23,58 persen.
“Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Sumut triwulan III tahun 2025 sebesar 5,32 % turun dari tahun 2024 sebesar 5,6 %,” ujar Poppy di Medan, Rabu (14/1/2026).
Selain penurunan TPT, persentase kemiskinan di Sumut juga menunjukkan tren membaik. Pada Maret 2025, angka kemiskinan tercatat 7,36 persen, berada di bawah target penurunan 2025 sebesar 7,46–6,96 persen.
Sementara itu, Gini Ratio Maret 2025 mencapai 0,295 poin, lebih rendah dari target 0,305–0,303 poin, sekaligus menurun dibandingkan September 2024 dan Maret 2024.
Dari sisi stabilitas harga, inflasi Sumut sepanjang 2025 berhasil dikendalikan.
Inflasi turun dari 5,32 persen pada September (yoy) menjadi 3,96 persen pada November 2025, memperkuat daya beli dan stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat.
Untuk menjaga inflasi tetap terkendali, Pemprov Sumut menetapkan kebijakan pengendalian inflasi jangka menengah melalui Keputusan Gubernur Sumut Nomor 188.44/839/KPTS/2025 tentang Peta Jalan Pengendalian Inflasi Daerah Provinsi Sumut Periode 2025–2027.
Kebijakan ini mengusung strategi 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.
Pada sektor investasi, sepanjang 2025 Gubernur Bobby Nasution juga berhasil mendorong iklim investasi yang kondusif. Persentase investor yang menanamkan modal di Sumut meningkat 53,5 persen, disertai kenaikan nilai investasi sebesar 25 persen.
Pemprov Sumut menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan investasi guna membuka peluang usaha dan lapangan kerja yang lebih luas.
Penguatan ekosistem ekonomi juga dilakukan melalui dukungan terhadap UMKM. Hingga 2025, dari 6.100 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP/KKMP) telah teridentifikasi 328 usulan titik lahan, dengan 4.613 koperasi atau 75,62 persen telah terdaftar pada Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (SIMKOPDES).
Upaya ini diharapkan memperkuat ekonomi kerakyatan serta mendorong pembangunan Sumatera Utara yang inklusif dan berkelanjutan.**(gb-ferndt01)










