Notification

×

Iklan

Iklan

Bupati Taput Apresiasi Peran HKBP Tangani Bencana dan Luncurkan Kolaborasi Pelayanan Digital

6 Jan 2026 | 18:21 WIB Last Updated 2026-01-06T11:21:21Z

Bupati JTP Hutabarat apresiasi HKBP pada Syukuran Tahun Baru HKBP, Senin (05/01/2026).


GREENBERITA.com–Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menegaskan komitmen kolaborasi dengan gereja dalam pelayanan sosial dan penanganan bencana, seiring apresiasi terhadap peran aktif HKBP yang dinilai sigap sejak awal terjadinya bencana alam di wilayah tersebut.


Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat menyampaikan terima kasih kepada Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) atas dukungan nyata dalam penanganan bencana alam di Tapanuli Utara. Sejak awal bencana terjadi, kolaborasi antara pemerintah daerah dan HKBP disebut berjalan aktif dan efektif.


Ucapan terima kasih tersebut disampaikan Bupati JTP bersama Wakil Bupati Dr. Deni Lumbantoruan saat menghadiri ibadah Syukuran Awal Tahun 2026 yang digelar di Kantor Pusat HKBP Pearaja, Tarutung, Senin (5/1/2026).


Ibadah syukuran ini turut dihadiri Bupati Humbang Hasundutan Oloan Nababan, para kepala daerah di kawasan Danau Toba, Forkopimda Kabupaten Tapanuli Utara, pimpinan HKBP, para pendeta, serta jemaat.


Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Ephorus HKBP Pdt. Dr. Victor Tinambunan secara resmi melaunching Aplikasi Pedoman Pelayanan HKBP sebagai inovasi digital yang bertujuan memperkuat dan menyeragamkan pelayanan gereja HKBP di tengah perkembangan zaman.


Pada kesempatan itu, Bupati JTP didaulat menyampaikan sambutan mewakili unsur Forkopimda. Ia menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara mengimplementasikan nilai-nilai pelayanan yang berlandaskan slogan “mar Tuhan, marroha, marbisuk” sebagai fondasi dalam melayani masyarakat. 


Pemerintah daerah menurutnya, memandang gereja sebagai mitra strategis dalam membangun karakter, iman, dan kepedulian sosial masyarakat.


‎“Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara berupaya mengimplementasikan nilai "mar Tuhan, marroha, dan marbisuk"  sebagai fondasi utama dalam setiap pelayanan kepada masyarakat,” tegas Bupati JTP Hutabarat.


Bupati juga menyampaikan bahwa setiap tahun Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara mengalokasikan anggaran sekitar Rp5 miliar untuk mendukung kolaborasi dengan gereja, meliputi pembangunan rumah ibadah serta pemberian insentif bagi guru sekolah minggu. 


Ia berharap peran generasi muda, khususnya Naposo HKBP, dapat semakin dioptimalkan dalam mendukung pembangunan daerah dan pelayanan sosial kemasyarakatan.


Pada kesempatan yang sama, Bupati Tapanuli Utara kembali mengapresiasi peran HKBP dalam penanganan bencana alam di Tapanuli Utara, di mana tiga gereja HKBP digunakan sebagai tempat pengungsian warga. Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara mencatat tujuh kecamatan terdampak bencana, dengan dua kecamatan mengalami dampak yang sangat parah. 


Berkat kolaborasi lintas sektor, penanganan bencana di daerah tersebut mendapat apresiasi sebagai salah satu yang tercepat.


‎“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, kami mengucapkan terima kasih kepada Ompui Ephorus HKBP yang sejak awal bencana terus aktif berkolaborasi dengan pemerintah, serta kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, doa, dan bantuan,” ujar Bupati JTP Hutabarat. **(Gb-bhtg12)