Notification

×

Iklan

Iklan

Bobby Nasution Siapkan “Jalur Cepat” Industri Sumut Tembus Pasar Global

22 Jan 2026 | 16:46 WIB Last Updated 2026-01-22T09:46:21Z

Bobby Nasution Dorong Integrasi KIM–KEK Sei Mangkei hingga Belawan Demi Efisiensi Industri Sumut (22/1- dokdiskominfoSU/gb)

GREENBERITA.com–Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Muhammad Bobby Afif Nasution mendorong keterpaduan kawasan industri dan pelabuhan strategis di Sumatera Utara guna memperkuat daya saing daerah di tingkat nasional maupun internasional.

Penegasan itu disampaikan Bobby saat menerima audiensi jajaran Direksi PT Danareksa (Persero) di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Sudirman Nomor 41, Medan, Kamis (22/1/2026).


Dalam pertemuan tersebut, Bobby menekankan pentingnya integrasi antara Kawasan Industri Medan (KIM), Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Pelabuhan Kualatanjung, hingga Pelabuhan Belawan. 


Pertemuan itu juga membahas penguatan sektor industri, efisiensi logistik, serta pengelolaan sumber daya air di kawasan industri Sumut.


"Saya ingin Sumut menjadi satu kesatuan yang kuat dengan jalur transportasi yang efisien. Kita ingin mengusulkan sistem di mana produk dari kawasan ekonomi kita mendapatkan kemudahan otomatis hingga ke luar negeri. Jangan sampai begitu keluar area, kena pajak baru lagi, yang justru memberatkan pelaku usaha," ujar Bobby Nasution.


Selain integrasi kawasan, Bobby juga mengusulkan pembagian fungsi yang tegas antara Pelabuhan Belawan dan Pelabuhan Kualatanjung agar keduanya saling melengkapi dan berkembang secara berimbang.


"Kita harus adil membagi peran. Kalau Kualatanjung ingin hidup, fungsinya harus dipisahkan dengan Belawan. Selain itu, Sumut punya keunggulan letak geografis yang dekat dengan pasar internasional. Potensi ini harus kita maksimalkan agar kita tidak kalah bersaing dengan kawasan industri di luar Sumut," tambahnya.


Bobby berharap PT Danareksa dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung petani serta pelaku usaha lokal, sehingga mampu berkontribusi terhadap target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen, dengan menjadikan Sumatera Utara sebagai pusat industri terpadu di gerbang barat Indonesia.


Sementara itu, Direktur Utama PT Danareksa (Persero) Yadi Jaya Ruchandi menyatakan kesiapan pihaknya mendukung penuh pengembangan kawasan industri di Sumatera Utara. 


Saat ini, Danareksa tengah mengajukan proses pengelolaan sejumlah kawasan industri agar dapat berjalan lebih optimal di bawah manajemen mereka.


"Kedatangan kami untuk memastikan aksi korporasi berjalan baik, termasuk operasional dan penertiban pengelolaan air bawah tanah di Kawasan Industri Medan. Kami sudah melakukan investasi di sini dan juga tengah melirik pengembangan di Tanjung Kasau, untuk memperluas jangkauan kawasan industri di Sumut," jelas Yadi.**(gb-ferndt01)