Notification

×

Iklan

Iklan

Setelah Politisi Golkar, Fraksi Demokrat Indonesia Raya DPRD Samosir juga Sorot Penyadapan Getah Pinus

27 Nov 2023 | 20:28 WIB Last Updated 2023-11-27T13:28:00Z

Sekretaris Fraksi Partai Demokrat Indonesia Raya DPRD Samosir Saur Tua Silalahi Menyorot keras Penyadapan Getah Pinus dalam pandangan Fraksinya di Sidang Paripurna DPRD Samosir pada 22 November 2023 

GREENBERITA.com- Perlawanan terhadap pengrusakan lingkungan khususnya atas penderesan Getah Pinus semakin kuat dari beberapa tokoh di Kabupaten Samosir.


Sebelumnya politisi Partai Golkar Ika Rolina Samosir menyatakan penolakannya atas penderesan pintu usai melakukan kunjungan sekaligus mendistribusikan bantuan dari Partai Golkar Sumatera Utara serta DPD Partai Golkar Samosir.


"Kami dari Golkar menghimbau masyarakat Kecamatan Sianjurmula dan Kecamatan Harian, belakangan terakhir ini kan sedang santer bahwa marak penderesan Kayu pinus, ini salah satu penyebab rusaknya lingkungan, otomatis jika terus-menerus kita deres pinus itu akan mati," tegasnya.


Kedepannya menurut Ketua KPU Samosir 2018-2023 ini mengatakan pohon untuk mengikat air di sekitaran hutan maupun hutan rakyat tersebut akan rusak.


"Untuk itu kami dari Partai Golkar menghimbau dari kerendahan hati kepada seluruh orang tua kami yang berdiam di Kecamatan Sianjurmula dan Kecamatan Harian, marilah kita sama-sama memperhatikan, jangan hanya keuntungan sesaat yang kita pikirkan tapi kita pikirkan dampak kedepannya secara serentak nanti seluruh pinus itu akan habis secara perlahan-lahan, untuk itu masih banyak lagi mata pencaharian yang bisa kita cari, mari kita tidak merusak pinus kita dengan menderes pinus pinus itu," pungkas Ika Rolina Samosir.


Sementara itu, Sekretaris Fraksi Partai Demokrat Indonesia Raya DPRD Samosir Saur Tua Silalahi dalam pandangan Fraksinya di Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Samosir tentang Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2024 pada 22 November 2023 juga meminta Pemkab Samosir menempuh langkah-langkah penyelematan Hutan Pinus.


"Kami dari Fraksi Demokrat Indonesia Raya, Mengingat bahwa Pulau Samosir yang indah dipenuhi dengan Tumbuhan Pinus yang ditanami Masyarakat dan Pemerintah melalui Perhutani, namun saat ini Pinus sebagai penahan air hujan agar tanah tidak longsor, saat ini sudah kering dan daunnya kusam karena getahnya disadap secara perorangan dan kelompok yang mengatasnamakan Kelompok Tani, dengan keadaan tersebut diatas kami harapkan kepada Pemkab Samosir untuk menempuh langkah-langkah penyelematan hutan tersebut," tegas Saur Tua Silalahi. (Gb-Ferndt01)


Bagaimana pernyataan lengkap nya, simak pada tayangan YouTube GreenberitaTv Channel berikut ini,