Notification

×

Iklan

Iklan

Kepala BP2MI Sebut Jepang Butuh 70.000 Pekerja Indonesia, Dari Samosir Hanya 21 Orang

11 Mar 2022 | 22:31 WIB Last Updated 2022-03-11T15:33:28Z

 




SAMOSIR,GREENBERITA.com- Kepala BP2MI (Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia), Benny Rhamdani menyatakan bahwa negara sakura Jepang saat ini membutuhkan 70.000 pekerja migran asal Indonesia, dan dari Samosir hanya 21 yang ke Jepang dalam program magang. 



Hal itu dikatakan Benny Rhamdani pada acara Sosialisasi Penempatan dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia bagi siswa-siswi SMA/SMK di Kabupaten Samosir dan turut dihadiri oleh Deputi Bidang Penempatan dan Perlindungan BP2MI Kawasan Amerika dan Pasifik Drs. Lasro Simbolon, M.A, Kepala UPT BP2MI Medan Siti Rolijah, Asisten II Setdakab Samosir Hotraja Sitanggang, Kadis Kopnakerperinda Samosir Rista Sitanggang, Kepala SMKN 1 Simanindo Jhonson Hutagaol, seluruh Jajaran BP2MI dan UPT Medan, yang bertempat di SMKN 1 Simanindo, Kecamatan Simanindo, Jumat (11/3/2022). 



Benny Rhamdan yang baru pertama kali datang ke Samosir, menyatakan sangat terpukau dengan keindahan alam dan warisan budaya leluhur masyarakat batak. Kekayaan budaya leluhur ini menurutnya harus dijaga dan pelihara demi keutuhan dan kebanggaan NKRI.



Lebih lanjut, Benny menjelaskan peluang kerja ke luar negeri saat ini sangat terbuka, peluang ini yang ingin ditangkap oleh pemerintah, dan pemerintah akan memfasilitasi siapapun warga negara Indonesia yang ingin bekerja di luar negeri.



“Jepang saat ini butuh kurang lebih 70 ribu pekerja dari Indonesia, selain itu kami juga sudah menandatangani kerja sama dengan negara Jerman, Korea, Taiwan, Hongkong. Peluang kerja ini harus kita manfaatkan dengan baik, dan Pemerintah daerah harus menangkap peluang tersebut, sehingga para siswa-siswi SMK yang sudah menyelesaikan studinya bisa langsung bekerja di luar negeri, tentunya dengan melalui jalur resmi dan sudah mengikuti tahapan pelatihan” jelasnya.



Benny juga menjelaskan pemerintah akan menyiapkan pelatihan-pelatihan dan pinjaman bagi calon pekerja migran. Menurutnya, saat ini pekerja migran sudah menjadi kebanggaan, pekerja migran adalah pahlawan devisa negara. Jika dipersiapkan dengan baik dan melalui prosedur yang resmi, banyak dari pekerja migran yang pulang ke Indonesia dengan modal ekonomi yang cukup baik. 



“Mari, kita tangkap peluang kerja ini, kita semua berhak untuk mendapatkan pekerjaan yang layak demi masa depan kita, salah satunya adalah bekerja di luar negeri. Jika ingin melihat peluang kerja tersebut bisa langsung datang ke Dinas Tenaga kerja di daerah, bisa juga ke UPT BP2MI di Medan, atau bisa kunjungi jobsinfo.bp2mi.go.id” ajaknya.



Sementara itu, Wakil Bupati Samosir Drs. Martua Sitanggang, MM membuka resmi acara Sosialisasi Penempatan dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia bagi siswa-siswi SMA/SMK di Kabupaten Samosir. 


Wakil Bupati Martua Sitanggang, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Kepala BP2MI Benny Rhamdani yang telah menggelar sosialisasi penempatan dan pelindungan pekerja migran Indonesia kepada siswa-siswi dan calon pekerja migran Indonesia yang berasal dari Kabupaten Samosir.



Menurut Wabup, Pekerja Migran Indonesia merupakan peluang kerja bagi masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Kabupaten Samosir, pekerja migran juga menjadi salah satu penyumbang terbesar devisa bagi negara. 

Saat ini jumlah pekerja migran asal Samosir yang terdaftar di Dinas Nakerkoperindag Kabupaten Samosir, yaitu Pekerja Migran tujuan Malaysia sebanyak 380 orang, program pemagangan ke Jepang sebanyak 21 orang, program pemagangan ke Malaysia sebanyak 7 orang, dan total Pekerja Migran dari Kabupaten Samosir yang terdata dari tahun 2017 sampai dengan 2021 sebanyak 408 orang.



“Sosialisasi ini sangat penting, khususnya bagi calon pekerja migran Indonesia yang ingin mendapatkan informasi bekerja di luar negeri, khususnya terkait dengan hak dan pekerja migran sesuai dengan Amanat UU Nomor 18 tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia” jelas Wakil Bupati.



Wabup juga menghimbau kepada masyarakat Samosir yang ingin bekerja di luar negeri untuk menggunakan jalur yang resmi dan mengikuti prosedur yang benar agar terhindar dari masalah yang dapat merugikan diri sendiri dan negara.



Di akhir acara, Wakil Bupati memberikan cendera mata berupa Ulos Kepada Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Benny Rhamdani, Deputi Penempatan dan Perlindungan BP2MI Kawasan Amerika dan Pasifik Lasro Simbolon dan Kepala UPT BP2MI Sumatera Utara Siti Rolijah.



Sementara, Kepada Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) juga memberikan cendera mata kepada Pemerintah Kabupaten Samosir yang diterima Wakil Bupati Samosir Martua Sitanggang, serta bantuan sosialisasi kepada SMK N 1 Simanindo.


(Gb-pardo23)