Notification

×

Iklan

Iklan

Saudara Kandung Pejabat Samosir Diduga Aniaya Team Paslon VANTAS

13 Okt 2020 | 14:09 WIB Last Updated 2020-10-18T21:45:17Z

Lamgok Sidabutar ketika di visum dan melakukan perobatan di RSUD Hadrianus Sinaga

SAMOSIR,GREENBERITA.com
- Seorang team kecamatan pasangan calon bupati Samosir nomor urut 2 Vandiko Timotius Gultom dan Martua Sitanggang yang sering disapa VANTAS diduga dianiaya secara kasar oleh JS, seorang yang belakangan diketahui adalah saudara kandung pejabat utama di Pemkab Samosir.

Korban yang diketahui bernama Lamgok Sidabutar (39) menyatakan hal tersebut ketika dikonfirmasi greenberita di Mapolres Samosir setelah melaporkan penganiayaan terhadap dirinya pada Senin, 12 Oktober 2020.


"Benar, tanpa sebab saya ditampar berkali-kali dan dipukul oleh JS," ujarnya.


Lamgok Sidabutar menjelaskan kronologisnya ketika itu dia bersama istrinya sedang memuat pupuk ke mobil truk yang di gudang HS, seorang distributor pupuk di Pintu Sona, Kecamatan Pangururan, Samosir.


"Ketika itu uang saya kurang dan saya pergi ke ATM, setelah kembali saya melihat JS dan seorang temannya marga Sinaga sudah ada disana," jelas Lamgok.


Lamgok yang biasa disapa Gomeng ini menuturkan, bahwa ketika hendak menutup truknya dengan tenda untuk mencegah terkena hujan, JS langsung menghampirinya dan bicara dengan keras.


"Sambil terus mendorong saya JS bertanya ijin saya dan saya jelaskan saya mempunyai ijin dan ada di toko saya di Simanindo. Tapi dia langsung menarik kerah baju saya dan menampari saya dan kawannya ikut mendorong saya sampai ke jalan," jelas Lamgok.


Tidak cukup sampai disana, JS datang lagi dan kembali menampari korban dan juga memukul perutnya.


"Dia datang lagi dan saya ditarik serta menampar saya dan memukul perut ku lagi sampai beberapa kali," tegasnya.


Lamgok mengaku belum pernah mengenal JS sebelumnya dan tidak punya urusan dan konflik secara pribadi dengan JS.


"Saya tidak mengerti apa salah saya dan saya juga belum pernah mengenalnya dan jumpa pun tidak pernah," jelasnya.


Namun Lamgok menduga bahwa tindakan penganiayaan ini dilakukan JS karena melihat mobilnya mempunyai branding salah satu calon bupati Samosir bergambar VANTAS.


"Mungkin karena mobil saya itu di branding (VANTAS, red), tapi itu adalah mobil pribadi saya," ujarnya.


Lamgok yang merupakan saudara kandung seorang camat di Samosir ini berharap aparat hukum dapat mengungkap dan menindak pelakunya segera. "Supaya cepat diproses secara hukum sehingga tidak terjadi lagi kepada orang lain," harap Lamgok.


Ketika hal ini dikonfirmasi kepada JS melalui selulernya, dia membantah melakukan itu. "Itu adalah bohong," ujar JS.


Terpisah, Kapolres Samosir melalui Kepala Satuan Reskrim Polres Samosir AKP Suhartono, SH menyatakan sedang melakukan proses penyelidikan terkait dugaan penganiayaan ini.


"Kita sudah terima laporannya dan akan segera menyelidiki kasus ini," tegas AKP Suhartono.


Menurutnya, unit pidana umum nantinya akan mengeluarkan surat perintah tugas dan penyelidikan. 


"Setelah penyelidikan akan kita gelar perkara, kita atensi kasus ini" pungkasnya.*** (gb-andregar05)


Simak Pernyataan Lengkap Korban Penganiayaan disini: