Notification

×

Iklan

Iklan

Gedung GPI Sidang Pangururan Kabupaten Samosir Diresmikan

3 Des 2018 | 19:09 WIB Last Updated 2019-11-10T13:37:51Z

PANGURURAN, GREENBERITA.com - Gedung Gereja Pentakosta Indonesia (GPI) Sidang Pangururan Kabupaten Samosir diresmikan, Minggu (02/12/2018) di Pangururan.

Peresmian itu ditandai dengan penandatangan Prasasti oleh Bupati Samosir Drs. Rapidin Simbolon dan Ketua pengurus pusat GPI Rev. DR. MH Siburian, M.Min.

Peresmian gedung tersebut dipadu dengan acara syukuran dengan ibadah gereja dan dipimpin langsung Rev. DR. MH Siburian, M.Min.

Dalam khotbahnya, Rev. DR. MH Siburian, M.Min mengutip firman dari 1 Timotius 4:16. Ia menyampaikan Gereja merupakan sebuah institusi yang sangat dipercayai. "Jadi Gereja bukan sekedar bagaimana kita mempercayai Tuhan, tetapi Gereja adalah bagaimana Tuhan memberikan tanggungjawab. Dari perkara yang sangat kecil, seperti benih dari semua benih yang terkecil yang akan tumbuh menjadi tunas menjadi pokok dan menjadi pohon dimana dia akan menyatakan fungsional dimana burung-burung di udara dikatakan firman Tuhan boleh bersarang di dalamnya," tuturnya.

Lebih lanjut, Gereja harus dilakukan untuk menjadi bagian yang sesuai dengan rencana Tuhan. Bukan hanya bekerja di dalam Tuhan, tetapi dia bekerja dengan Tuhan.

"Jadi sebagaimana kata Petrus, Gereja adalah sebuah bangsa yang dipilih oleh Allah, ada sebuah keadaan yang sangat luar biasa yang Tuhan telah titipkan di dalam Gereja. Sehingga gereja tidak boleh kita anggap sebagai kelompok bangunan saja," katanya.

Itu sebabnya lanjut Ketua GPI ini, Firman Tuhan katakan Gereja itu harus keluar. "Pergilah ke seluruh dunia. Dan maksudnya adalah seluruh sistem dan seluruh struktur, seluruh bangsa," ucapnya.

Ketua Panitia Pembangunan Gereja W. Tampubolon dalam laporannya menyebutkan, Seiring berjalannya waktu, bangunan Gereja Pentakosta Indonesia pertama kali dibangun pada Tahun 1992 dengan partisipasi dari jemaat.

"Banyak rintangan dan ujian yang dihadapi oleh para hamba Tuhan di awal berdirinya Gereja ini. Namun atas kuasa Tuhan serta doa doa jemaat, Gereja ini semakin berkembang. Hingga pada akhirnya setelah kurang lebih 25 tahun, para hamba Tuhan dan jemaat melakukan kesepakatan untuk memperluas Gereja sehingga dapat menampung jemaat beribadah," katanya.

Atas kesepakatan itu, dilaksanakan pembangunan Gereja Pentakosta Indonesia Sidang Pangururan hingga akhirnya dapat berdiri seperti saat ini.

"Tuhan telah menyentuh para pemimpin kami untuk bermurah hati, sehingga tergerak hatinya untuk menampung dana hibah pada APBD pembangunan Gereja ini sebesar Rp.200 juta. Tuhan senantiasa memberkati bapak Bupati," ucap Tampubolon.

Sementara itu, Bupati Samosir Drs. Rapidin Simbolon dalam sambutannya menyampaikan ucapan syukur atas segala berkat anugerahNya sehingga dapat beribadah hari ini dengan sukacita.

Rapidin juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada Rev. DR. MH. Siburian atas semangat dalam menggembalakan jemaat Gereja Pentakosta Indonesia. "Sudah sering berkunjung ke Samosir dalam melaksanakan pelayanan-pelayanan meski usia tergolong tua. Bapak tidak pernah lelah, terimakasih pak," tuturnya.

Lebih lanjut Rapidin juga mengapresiasi kinerja Gembala Sidang GPI Pangururan Pdt. JM. Sinaga dalam melayani jemaat. "Saya salut melihat bapak ini, karena beliau seorang tokoh yang bisa menggerakkan roda organisasi keagamaan di kabupaten ini," ucapnya.


Mantan Dosen itu juga mengapresiasi dan solidaritas jemaat GPI, baik dari ketertiban, kebersamaan, persaudaraan dan saling tolong menolong. "Walaupun ada dana 2 miliar untuk membangun gereja ini, kalau tidak ada gotong royong, itu tidak akan mungkin terjadi," tutur Rapidin.

Untuk itu tambah Rapidin, kebersamaan atau gotong royong adalah sesuatu yang harus dilakukan dalam membangun sebuah tujuan. "Jadi, saya sekali lagi mengucapkan selamat, kepada GPI Sidang jemaat pangururan, yang sudah membangun Gereja ini begitu megah karena kebersamaan dan gotong royong, bukan karena dana. Itulah nilai kebersamaan kita sebagai orang batak," pungkas Rapidin.

Pantauan wartawan di lokasi, usai ibadah, Bupati Samosir Drs. Rapidin Simbolon bersama istri mendapat ulos holong (sayang) dari Ketua Gereja Pentakosta Indonesia Rev. DR. MH Siburian, M.Min. (AG)