Notification

×

Iklan

Iklan

Sabulan Bidik Dana Kampung Kreatif Sumut Berkah Rp50 Miliar, Andalkan Sejarah Raja Lontung dan Panorama Danau Toba

11 Okt 2026 | 13:43 WIB Last Updated 2026-10-11T06:43:02Z

Situs Si Raja Lontung hingga Bukit Sipatungan Jadi Andalan Desa Sabulan Bidik Anggaran Rp50 Miliar sebagai Kampung Kreatif Sumut Berkah (9/10- fando/gb)
GREENBERITA.com- Desa Sabulan, Kecamatan Sitiotio, Kabupaten Samosir, mengusulkan pengembangan kawasan senilai Rp50 miliar melalui program Kampung Kreatif Sumut Berkah. Usulan tersebut kini memasuki tahap verifikasi lapangan di tengah persaingan 45 desa di Sumatera Utara untuk memperoleh dukungan bantuan keuangan provinsi.


Tim Verifikasi dan Validasi Kampung Kreatif Sumut Berkah yang dipimpin Benny P. Girsang turun langsung ke Desa Sabulan, Jumat (9/10/2026), untuk mencocokkan proposal Pemerintah Kabupaten Samosir dengan kondisi faktual di lapangan.


Program yang diinisiasi Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution ini diharapkan menjadi penggerak pengembangan ekonomi kreatif, pariwisata, pertanian dan pelestarian budaya di Sabulan. Pemerintah Kabupaten Samosir menyatakan dukungan dan mempersiapkan desa tersebut untuk memenuhi tahapan penilaian.


Sabulan memiliki potensi berupa persawahan terasering, Bukit Sipatungan, panorama Danau Toba, situs sejarah, tradisi budaya, serta industri rumah tangga masyarakat. Potensi tersebut dirancang menjadi satu kesatuan pengembangan kawasan yang melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama ekonomi desa.


Tim verifikasi didampingi Kabid Sarpras Bapperida Yanti Ompusunggu, Kabid Perencanaan Perekonomian Rikardo Simbolon, Camat Sitiotio Josro Tamba, Kepala Dinas Perkim Golfried Harianja, Kepala Dinas Sosial dan PMD Hans Rikardo Sidabutar, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), Ketua Lembaga Adat dan Budaya (LAB) Samosir Pantas M. Sinaga, kepala desa serta masyarakat setempat.


Kehadiran tim disambut masyarakat yang menyatakan kesiapan mendukung program, termasuk penyediaan dan penataan lahan yang dibutuhkan. Warga berharap Gubernur Sumatera Utara memberikan perhatian terhadap pengembangan Sabulan sebagai Kampung Kreatif Sumut Berkah.


Camat Sitiotio Josro Tamba mengajak masyarakat memenuhi persyaratan agar desa tersebut berpeluang mendapatkan dukungan pembangunan.


"Program Bapak Gubernur akan menjadi berkat bagi masyarakat. Apabila desa ini memperoleh hasil dengan nilai yang terbaik maka akan memperoleh alokasi anggaran dan akan banyak pengembangan. Mari kita dukung bersama. Semoga kita bisa mendapatkan pembangunan ini,” kata Josro.


Warga Sabulan, Mahidin Pandiangan, mengatakan program tersebut diharapkan mendorong kemajuan desa yang memiliki nilai sejarah bagi keturunan Si Raja Lontung.


“Desa Sabulan merupakan kampung bersejarah dan membawa berkah kepada keturunan Si Raja Lontung yang tersebar di penjuru dunia. Kami bangga dan mengapresiasi program Bapak Gubernur, akan kami dukung sepenuhnya,” ujar Mahidin.


Dukungan serupa disampaikan Ketua LAB Samosir Pantas M. Sinaga. Ia menilai penataan situs budaya penting untuk memperkuat identitas sejarah sekaligus menjadi daya tarik wisata.


“Pengembangan Desa Sabulan sangat penting sebagai titik nol Si Raja Lontung. Kami berharap situs yang ada dapat ditata kembali. Segala administrasi dukungan akan disiapkan,” ujarnya.


Sebelumnya, Asisten II Setdakab Samosir Hotraja Sitanggang dalam pemaparan di Kantor Bupati Samosir menyampaikan bahwa pengembangan kawasan turut didukung pembangunan Jalan Provinsi Simpang Gonting–Janji Raja. Infrastruktur tersebut membuka akses darat dari Kabupaten Humbang Hasundutan menuju Samosir.


Menurut Hotraja, perpaduan bentang alam, sejarah, budaya, legenda, mitos dan potensi wisata membuat Sabulan memiliki karakter untuk dikembangkan melalui program tersebut.


“Kami berharap Kampung Kreatif ini bisa terwujud di Sabulan. Ke depan akan menjadi prioritas dan andalan Samosir untuk pariwisata,” ungkap Hotraja.


Ketua Tim Verifikasi dan Validasi Benny P. Girsang menjelaskan, pemeriksaan lapangan dilakukan setelah tim menilai proposal yang diajukan pemerintah daerah.


“Kami sudah menilai proposal yang sudah diajukan dan selanjutnya melakukan verifikasi sesuai fakta di lapangan,” kata Benny.


Ia menyebut desa terpilih berpeluang memperoleh bantuan keuangan Provinsi Sumatera Utara mulai Rp5 miliar hingga Rp50 miliar, bergantung pada hasil penilaian. Penggunaan dana harus sesuai proposal dan didukung kolaborasi pembiayaan dari pemerintah daerah melalui APBD.


“Untuk bantuan keuangan provinsi peruntukannya jelas sesuai proposal dan harus ada dukungan dari APBD terhadap penguatan hal-hal lain. Harus ada kolaborasi. Yang paling rendah Rp5 miliar dan yang terbaik Rp50 miliar,” jelasnya.


Benny menegaskan, proses verifikasi dan validasi akan dilakukan secara profesional. Hasil penilaian selanjutnya dibawa ke sidang pleno. Dukungan masyarakat, kepastian aset dan lahan, serta kesesuaian rencana pembangunan dengan kondisi lapangan menjadi bagian penting dalam penilaian.


Dari 45 desa yang bersaing, kesiapan nyata menjadi salah satu faktor yang menentukan. Menurut Benny, proposal harus ditunjang komitmen masyarakat serta kesiapan kawasan dan situs yang akan ditata.


“Jika terpilih menjadi Kampung Kreatif, masyarakat juga harus kreatif, harus mendukung pembebasan lahan. Tidak cukup hanya di atas kertas, penataan kawasan dan situs harus sesuai dengan fakta di lapangan,” tegas Benny.


Kepala Bapperida Samosir Rajoki Simarmata memaparkan, rencana pengembangan Sabulan disusun secara terintegrasi, mencakup budaya dan seni lokal, alam dan pariwisata, kerajinan, industri kreatif, peningkatan sumber daya manusia, pertanian, UMKM, infrastruktur hingga teknologi.


Sabulan juga dirancang menjadi salah satu pintu gerbang kawasan melalui jalur darat dan Danau Toba. Pengembangan tersebut akan dihubungkan dengan sentra kuliner, gerai suvenir dan pertunjukan seni. Makanan tradisional Batak serta industri rumah tangga penghasil alat musik tradisional dan produk makanan lokal turut diproyeksikan sebagai penggerak ekonomi masyarakat.


Dalam proposal senilai Rp50 miliar tersebut, sejumlah program pembangunan yang diusulkan meliputi penataan persawahan terasering Sabulan, pembangunan rest area dan gerai UMKM, penataan objek wisata Sipatungan, kawasan parkir dan situs budaya, penyediaan air bersih, peningkatan jalan antardusun, pembangunan jaringan irigasi serta peningkatan kualitas rumah tidak layak huni.


Proposal itu juga mencakup pengadaan bibit buah untuk menjaga ekosistem lingkungan. Seluruh konsep pengembangan disebut telah dilengkapi Detail Engineering Design (DED) dan master plan.


Melalui Kampung Kreatif Sumut Berkah, Pemkab Samosir berharap kekayaan sejarah, budaya dan alam Sabulan dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi baru. Namun, realisasi program tetap bergantung pada hasil penilaian, kesiapan lahan, dukungan masyarakat serta kolaborasi pendanaan pemerintah provinsi dan kabupaten.**(Gb-fando01)