Notification

×

Iklan

Iklan

Miris, Salah Satu Penghasil PAD Tertinggi tapi Akses Jalan ke Air Terjun Efrata Memprihatinkan

16 Mar 2024 | 13:47 WIB Last Updated 2024-04-02T09:30:13Z
 
Kondisi Jalan menuju Air Terjun Efrata
:(gb/doc/ribkapdgn)

GREENBERITA.com- Selain Waterfront City Pangururan yang menawarkan air menari di perairan Danau Toba, ada Air Terjun Efrata yang tak kalah menawarkan keindahan alami dan merupakan salah satu destinasi air yang menakjubkan di Kabupaten Samosir.

Air terjun ini terletak di Desa Sosor Dolok, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara.

Salah satu pengawas air terjun Efrata, Parman Situmorang menyampaikan bahwa air terjun yang terbentuk karena alam ini, merupakan wisata dengan Penghasilan PAD tertinggi di Kabupaten Samosir. 

Dari data Kominfo tahun 2022, Destinasi favorit yang dikelola Pemerintah yang menyumbangkan PAD tertinggi yaitu Air Terjun Efrata di Kecamatan Harian Rp.74.285.000, Pasir Putih Pangururan Rp. 55.145.000, Aek Rangat Pangururan, Rp 29.170.000, Tomok Rp 22.023.000. Demikian disampaikan Tetty Naibaho Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Samosir kepada Diskominfo Samosir.

Namun, kerap kali pengunjung yang datang ke destinasi tersebut mengeluh tentang rusaknya akses jalan yang harus ditempuh untuk sampai ke lokasi tersebut.

Pantauan Greenberitacom, Sabtu (16/3/24), tampak beberapa titik jalan yang hancur dan cukup mengganggu akses jalan.
Jalan dipenuhi lubang dan bebatuan



Salah satu pengunjung air terjun Efrata bernama Anisa Ginting mengatakan bahwa destinasi yang bagus harusnya memiliki akses yang memadai.

"Ya karcis murah, fasilitas di air terjun bagus, air terjunnya juga sangat indah, tapi sangat disayangkan ya untuk datang kesini akses jalannya bikin pusing," keluh boru Ginting

Terpisah, T Sihotang yang merupakan warga setempat juga menimpali tentang akses jalan tersebut. 

"Ya kalau bisa jalannya di perbaiki lah, ada sekitar ± 800 meter itu kerusakan jalan, ya dalam artian kalau objek wisata, 50 meter pun rusak sudah mengganggu itu. Bukan hanya pengunjung tapi masyarakat juga sudah pasti terganggu akses pertanian nya," pungkasnya.

Sementara itu, Pengurus air terjun Parman Situmorang, menambahkan bahwa sudah beberapa kali Pemerintah di Kabupaten Samosir monitoring ke lokasi dan sudah beberapa kali juga disampaikan mengenai perbaikan jalan, namun tanggapan yang di berikan hanya sebatas "nanti di diskusikan" 

Masyakarat dan pengurus air terjun berharap, kedepannya Pemkab Samosir melalui Dinas pariwisata mau mendengar aspirasi yang diberikan masyarakat.

Untuk berkunjung ke air terjun ini dikenakan tarif sebesar Rp.7.000.00/ orang, parkir mobil Rp.5.000., parkir bus Rp.10.000 dan parkir sepeda motor Rp.2.000.

Air Terjun Efrata hanya berjarak 21km (46mnt) dari Pangururan, 4,6km (13mnt) dari menara pandang Tele, 53km (1j34mnt) dari Pelabuhan Ambarita dan 37km (1jam) dari Pelabuhan Simanindo.

(Gb-Ribka05/org)