PMR Samosir Kunjungi SMAN Sianjurmula dan Pusat Informasi Geopark Kaldera Toba -->

VIDEO

PMR Samosir Kunjungi SMAN Sianjurmula dan Pusat Informasi Geopark Kaldera Toba

Jumat, 02 September 2022

Peserta Pelatihan PMR Samosir Serius belajar tentang Geopark Kaldera Toba di Sigulatti, Jumat (2/9/2022)

GREENBERITA.com- Palang Merah (PMI) Samosir menggelar kegiatan Pelatihan Pembina Palang Merah Remaja (PMR) dan Pelatihan PMR beberapa sekolah se-Kabupaten Samosir di Aula SMA 1 Pangururan, 1-3 September 2022.

Pada hari kedua pelatihan tersebut, peserta PMR melakukan kunjungan ke SMAN Sianjur mula dan Pusat Informasi Geopark Kaldera Toba Sigulatti pada Jumat, 2 September 2022.

Diberangkatkan oleh Kepala Sekolah SMAN 1 Pangururan, Heppy Tua Aritonang, para peserta melakukan perjalanan melalui bus dari SMAN 1 Pangururan menuju SMA N 1 Sianjurmula di Huta Arsam, Desa Sarimarihit.

Seluruh peserta disambut langsung oleh Kepala Sekolah SMAN 1 Sianjurmula, Mahondang Sitanggang. 

Peserta Patihan PMR Samosir dan Guru Pembina Kunjungi Pusat Informasi Geopark Kaldera Toba, Jumat (2/9/2022)

"Kita sangat mengapresiasi kedatangan adek adek PMR dan seluruh pengurus PMI Samosir yang dipimpin saudara Fernando Sitanggang selaku sekretaris, kami siap membentuk PMR di sekolah kami segera," tegas Mahondang Sitanggang. 

Setelahnya, peserta pergi menuju Pusat Informasi Geopark Kaldera Toba di Sigulatti, Sianjur Mula mula. Disana peserta diberi pengarahan dan menonton film dokumenter terbentuknya Kaldera Toba dan terbentuknya Pulau Samosir. 

"Kaldera Toba merupakan letusan vulkanik terbesar di dunia, yaitu letusan supervulkano. Terjadi 3 letusan, dan letusan pertama 840.000 tahun yang lalu di Porsea, kemudian letusan kedua terjadi 500.000 tahun yang lalu di Haranggaol, kemudian letusan ketiga terjadi 74.000 tahun lalu di Sibandang," ujar Konsensia Simbolon, petugas Pusat Informasi Geopark Kaldera Toba di Sigulatti. 

Menurutnya, kawah dari letusan tersebut digenangi air hujan selama beribu-ribu tahun sehingga terbentuk Danau Toba. 

"Kemudian Samosir terbentuk karena adanya tekanan magma yang menjadi sebuah pulau pada 30.000tahun yang lalu dan disebut Pulau Samosir," ujar Konsensia Simbolon. 

Peserta PMR Samosir Lakukan Kunjungan ke SMAN 1 Sianjurmula, Jumat (2/9/2022)

Kedalaman air pada kawah Danau Toba tersebut yang tercatat dalam data yaitu 500 meter diatas permukaan. 

"Dinding² kawah yang terbentuk atau anak dari letusan gunung Toba ada 3 yaitu Sibandang Pardepur, Pusuk Buhit dan Sipisopiso. Tinggi gunung Pusuk Buhit yaitu 1982m dpl, kemudian disaingi oleh Ronggur ni Huta yaitu dengan tinggi 1000 meter dpl. 
Ada juga yang disebut dengan Tano Ponggol, yaitu yang menghubungkan pulau Samosir dengan Pulau Sumatera," jelasnya. 

Masih menurut Konsensia Simbolon petugas Pusat Informasi Geopark Kaldera Toba di Sigulatti tersebut, Pulau Samosir setiap tahunnya terangkat setinggi 0,7 mm dari permukaan air," tambahnya. 

Menurutnya, tanaman² yang identik tumbuh di pulau Samosir yaitu Bawang Merah, Salaon, Sona, Jabi jabi, Andaliman, Anggrek Toba, Rias, Antarasa, Kemiri, Mangga Toba, sedangkan untuk hewan² yaitu Ihan Batak, Kerbau, dan kambing Putih.

Dari segi adat dan budaya, di Samosir mulai adanya adat istiadat dilambangkan dengan warna hitam yang berarti kuat, putih berarti suci dan merah berarti berani.

"Dirumah adat Batak Toba juga ada simbol simbol, yaitu lambang cicak yang mengartikan bahwa orang Batak dapat hidup dimana mana, payudara yang berarti banyak anak banyak rezeki, cawan merupakan alat ritual peradatan Batak, situs peninggalan megalitik di Samosir contohnya ada di Batu Parsidangan di Huta siallagan. Disini juga memiliki pakaian adat yaitu Ulos yang digunakan sebagai Busana toba. Ulos melambangkan kasih sayang," pungkas Konsensia Simbolon. 

Usai belajar tentang Geopark Kaldera Toba, para peserta bermain 3 game yang melambangkan kepemimpinan pada kelompok dan dipandu langsung oleh fasilitator PMI Sumatra Utara. 

Setelah itu, peserta kembali ke SMAN 1 Pangururan untuk melanjutkan pelatihan dan pematerian dari narasumber provinsi Sumatera Utara dengan pelatihan pertolongan pertama pada kecelakaan. 

Turut hadir pada acara tersebut staf PMI Samosir Artha Sihotang, Alexander Sitanggang, Maris Sitanggang dan delapan guru pendamping dari 8 sekolah. 

(Penulis adalah Kelompok 1 peserta pelatihan yaitu Reinhard Parhusip, Marthin Hutahaean, Yuda Rumapea, Lina Sigiro, Fitriani Situmorang, Imelda Hutabarat, Tesalonika Naibaho dan Riska Samosir)

Loading...