Notification

×

Iklan

Iklan

Ketua Umum PSSI Tersangka, Pukulan Telak bagi Sepak Bola Indonesia

16 Feb 2019 | 11:04 WIB Last Updated 2019-11-10T13:22:21Z
JAKARTA, GREENBERITA.com - Ketua Umum PSSI Joko Driyono (Jokdri)  sebagai tersangka menjadi pukulan telak bagi sepak bola Indonesia. Demikian yang disampaikan pengamat sepak bola, Mohamad Kusnaeni, dilansir dari CNNIndonesia.com, pada Jumat (15/2).

Sebelumnya Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo menyampaikan Jokdri menjadi tersangka atas pengrusakan dan pencurian barang bukti yang dilakukan oleh tiga orang tersangka lain yang telah ditetapkan pekan lalu.
Penggeledahan dilakukan di Apartemen Taman Rasuna, Jakarta Selatan pada Kamis (14/2) sekitar pukul 22.00 WIB.

Penggeledahan tersebut dilakukan berdasarkan pada Laporan Polisi Nomor LP/6990/XII/2018/PMJ/Ditreskrimum tanggal 19 Desember 2018, Penetapan ketua PN Jaksel Nomor: 007/Pen.Gled/2019/PN.Jkt.Sel, serta Penetapan ketua PN Jaksel Nomor: 011/Pen.Sit/2019/PN.Jkt.Sel.

"Kalau dari perspektif internal PSSI, mungkin dampaknya [dari penetapan tersangka Jokdri] dianggap tidak signifikan. Toh PSSI pernah mengalami periode cukup lama di mana ketua umumnya berada di balik terali besi [era Nurdin Halid]," ucap Kusnaeni.

"Tapi dari perspektif publik, ini kan dimaknai bahwa persoalan pengaturan skor tidak main-main. Bahkan orang nomor satu PSSI jadi tersangka," ucapnya melanjutkan.

Kusnaeni mengatakan kejadian ini harus menjadi bahan perenungan yang serius bagi para stakeholders PSSI. Terutama para pemilik suara seperti klub-klub liga indonesia dan Asosiasi Provinsi.

"Semoga tidak menganggap ini sebagai business as usual. Tapi serius berintrospeksi dan berani melakukan perubahan ke arah yang lebih baik," ujar dia.

Mengenai pentingnya menggelar Kongres Luar Biasa untuk memilih ketua umum, Kusnaeni menerangkan hal tersebut kembali kepada sensitivitas internal PSSI. "Apakah mereka melihat situasi saat ini sudah memprihatinkan atau dianggap biasa saja," ujarnya melanjutkan.

Jokdri menjabat sebagai Plt Ketua Umum PSSI sejak Gubenur Sumatera Utara Edy Rahmayadi memutuskan untuk mundur pada Kongres PSSI 2019 di Hotel Sofitel.

Edy kemudian menyerahkan kekuasaan tertinggi sepak bola Indonesia ke Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono. Untuk sementara, Joko memimpin PSSI dengan status Plt Ketum PSSI.

Dengan ditetapkannya Jokdri sebagai tersangka, status Plt Ketua Umum PSSI kemungkinan beralih ke Iwan Budianto yang sebelumnya diangkat sebagai Wakil Ketua Umum setelah Edy mundur.
(rel-marsht)