Notification

×

Iklan

Iklan

6 Tipe Orang Tua Penghambat Masa Depan Anak

29 Nov 2018 | 13:55 WIB Last Updated 2019-11-10T13:48:30Z
Ilustrasi
Green Berita - Komunikasi menjadi kata kunci membantu hubungan yang akrab antara anak dan orang tua. Namun ada tipe atau karakter orang tua yang bisa menghambat masa depan sang anak karena komunikasi yang buruk. Apa itu? Survei Litbang KORAN SINDO mencoba merangkum 6 Tipe Orang Tua Penghambat Masa Depan Anak.

1. Tipe Kompetitif

Anak kerap dipacu untuk selalu juara satu, selalu aktif dalam sebuah kompetisi atau aktivitas di mana kemenangan adalah tujuan akhir tidak selalu berdampak positif. Jika tidak diarahkan, ini bisa berbahaya lantaran anak bisa tumbuh menjadi sosok yang tidak mau mengalah, sering kecewa kalau tidak mendapatkan yang ia mau dan cenderung akan banyak musuh dan susah punya teman.

2. Tipe Pemanja

Anak kerap dimanjakan dengan kata dan perilaku manis, lalu diberikan hadiah tanpa dirinya harus melakukan sesuatu yang signifikan terlebih dahulu. Ini membahayakan anak karena suatu hari dirinya akan kesusahan untuk bisa berjuang sendiri. Ia akan menghadapi kesulitan bersosialisasi atau mengerjakan sesuatu karena apa pun selalu didapatkannya dengan mudah saat masih kecil.

3. Tipe Acuh Tak Acuh

Anak kerap tidak dipedulikan. Orangtua tidak tahu menahu soal teman-teman dalam pergaulannya atau pun nilai ulangan hariannya. Ini bisa berakibat fatal seperti keterlibatan dalam dunia obat-obatan terlarang dan tingkah laku kriminal lainnya.

4. Tipe Kasar

Anak kerap disakiti secara fisik dan verbal. Ini sangat berbahaya untuk ke depannya lantaran anak bisa tumbuh menjadi seseorang yang juga suka mengasari orang lain.

5. Tipe Pemarah

Anak kerap dimarahi bahkan untuk hal sepele. Suatu hari sang anak akan tumbuh menjadi pemarah seperti orang tua mereka. Ia akan sudah memiliki teman dan akan sering terlibat dalam suatu perkelahian yang mana bisa membahayakan hidupnya.

6. Tipe Protektif

Anak terlalu banyak mendapatkan perhatian atau terlalu sering dipantau gerak geriknya. Anak biasanya juga tidak diperbolehkan melakukan sesuatu atau mencoba sesuatu yang dianggap berbahaya. Ke depannya, sang anak berpotensi tumbuh menjadi sosok yang penakut, mudah alergi, perfeksionis dan selalu merasa tidak aman. (Sindo).