Notification

×

Iklan

Iklan

Banjir Ancam Keluaran Beringin, Walikota Rico Waas Siapkan Drainase dan 10.000 CCTV

3 Okt 2026 | 18:37 WIB Last Updated 2026-10-03T11:37:31Z

Banjir di Kelurahan Beringin Jadi Sorotan, Walikota Medan Rico Waas Siapkan Drainase hingga Tanggul Babura serta 10.000 Drainase untuk Keamanan (3/10- fando/gb)
GREENBERITA.com- Persoalan banjir kembali menjadi perhatian Pemerintah Kota Medan setelah warga Kelurahan Beringin, Kecamatan Medan Selayang, mengeluhkan dampak banjir yang sebelumnya hingga merusak rumah dan harta benda. Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas pun menyiapkan sejumlah opsi penanganan saat menggelar Sapa Warga di Jalan Sari Rejo, Gang Sarena, Kelurahan Beringin, Sabtu (3/10/2026).


Didampingi Pj Sekda Kota Medan Erfin Fahrurrazi, pimpinan perangkat daerah dan Camat Medan Selayang Huznul Hafiz Rambe, Rico mendengarkan langsung keluhan warga sekaligus membahas langkah penanganannya.


Rico mengingat kembali kondisi Beringin saat banjir besar tahun lalu. Ketika datang pada 29 November, katanya, lumpur menggenangi permukiman mulai dari mata kaki hingga hampir sepinggang. Bahkan, ada rumah warga yang hanya menyisakan bagian pintu setelah diterjang banjir.


“Pemerintah harus hadir. Tapi tidak mungkin hanya bertahan saja, harus dicarikan solusinya. Harus ada solusinya,” tegas Rico Waas.


Menurut Rico, persoalan utama berada pada aliran air di Lingkungan 5 dan 6 yang berada seperti di cekungan. Sejumlah parit belum mampu menampung debit air ketika Sungai Babura mengalami kenaikan.


Pemko Medan mengkaji pembangunan drainase dari Jalan Saudara menuju Sungai Babura serta crossing menuju sungai sebelum jembatan arah Polonia. Namun, Rico meminta kajian teknis dilakukan matang agar pembangunan tidak justru mengembalikan air ke permukiman.


Pemko Medan juga merencanakan pembangunan Parit Gergaji sepanjang sekitar 300 meter serta berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Sumatera II untuk mengkaji pembangunan tanggul di sepanjang Sungai Babura.


“Kalau posisi daerah kita ini sudah di bawah, mungkin dibutuhkan supaya air tidak meluber kemari,” jelas Rico Waas.


Rico meminta Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) melakukan kajian menyeluruh terhadap seluruh opsi tersebut sebagai dasar perencanaan yang akan didorong pelaksanaannya tahun berikutnya.


Keluhan banjir juga datang dari warga PB Selayang 2. Di kawasan itu, Pemko Medan merencanakan pembangunan u-ditch di Jalan Kenanga sepanjang sekitar 1,2 kilometer dan sebagian saluran di Jalan Bunga Wijaya Kesuma.


Rico turut meminta material alami akibat pohon tumbang di kawasan Sungai Babura segera dibersihkan karena berpotensi menghambat aliran air.


Selain banjir, warga mengeluhkan penerangan jalan. Ibu Naria menyampaikan sejumlah titik masih gelap, sementara dirinya harus keluar rumah sejak dini hari untuk berjualan ke Pasar Pringgan.


Menindaklanjuti hal tersebut, Rico meminta lampu jalan yang tiangnya sudah tersedia tetapi lampunya mati segera diperbaiki. Bahkan, untuk titik tertentu ia meminta pemasangan dilakukan hari itu juga.


“Kalau yang itu langsung dipasang hari ini,” kata Rico disambut tepuk tangan warga.


Untuk kawasan sekitar AURI dan Jalan Saudara, Rico meminta perangkat daerah berkoordinasi dengan pihak terkait agar kebutuhan penerangan segera ditindaklanjuti.


Dalam dialog itu, warga bernama Zulfikar juga mempertanyakan bantuan sosial, termasuk ketidaksesuaian data desil. Rico menjelaskan masyarakat dapat mengajukan verifikasi dan pembaruan data melalui operator SIKS-NG di kantor lurah, aplikasi Parlinsos, Cek Bansos maupun DTSN.


Rico menegaskan Sapa Warga menjadi ruang bagi masyarakat menyampaikan berbagai persoalan, mulai administrasi kependudukan, kesehatan, pendidikan, pekerjaan, UMKM, persampahan, keamanan, jalan dan drainase hingga rumah ibadah dan anak putus sekolah. Ia juga mengingatkan adanya program Tebus Ijazah bagi siswa yang terkendala memperoleh ijazah.


“Problem apa pun silakan sampaikan kepada saya hari ini,” ujarnya.


Di bidang keamanan, Rico menyampaikan Pemko Medan mulai tahun depan menyiapkan 10.000 CCTV yang akan dipasang di seluruh Kota Medan. Setiap kecamatan direncanakan mendapat sekitar 500 CCTV yang terhubung dan dipantau untuk membantu mendeteksi aktivitas mencurigakan.


“Untuk satu Kota Medan itu kami siapkan 10.000 CCTV. 10.000 CCTV yang akan kami kontrol semuanya,” ujar Rico.


Menurut Rico, pengawasan nantinya tidak hanya dilakukan dari tingkat kota, tetapi juga melibatkan kecamatan sehingga kondisi lingkungan dapat dipantau lebih cepat.


Berbagai rencana tersebut menjadi respons Pemko Medan terhadap aspirasi warga dalam Sapa Warga, terutama terkait penanganan banjir, penerangan, keamanan dan persoalan sosial yang dirasakan langsung masyarakat.**(Gb-fando01)